Thursday, September 14, 2017

Balancing System dalam Aktivitas Merokok dan Mengopi



rokok dan kopi adalah pasangan serasi. sumber: www.laweekly.com



“Merokok dapat melemahkan kerja paru-paru, namun menguatkan kerja jantung. Minum kopi dapat melemahkan kerja jantung, namun menguatkan kerja paru-paru”. Kira-kira demikian kesimpulan dari beberapa artikel pendek tentang kesehatan. Itulah mengapa 90% perokok adalah penikmat kopi. Disadari oleh mereka ataupun tidak, aktivitas merokok dan mengopi merupakan aktivitas yang balance alias seimbang, dan juga menyeimbangkan kinereja badan. Rokok dan kopi adalah pasangan kawin yang paling serasi.

Tuesday, September 12, 2017

Kereta Api Pagi Jember-Banyuwangi: Dari Pekebunan Tembakau, Terowongan Terpanjang, Jembatan Kereta, Sampai Gadis Mandi


Jembatan Mrawan.Sumber: www.banyuwangibagus.com




Subuh  Stasiun Jember

            Langit mulai terang ketika sejumlah manusia lamat-lamat memadati stasiun kereta api Jember. Beberapa menggunakan mobil, dan mayoritasnya menggunakan sepeda motor. Beberapa diantar dan beberapa menitipkan kendaraan di parkiran yang memang diperuntukkan sebagai penitipan kendaraan. Sepeda motor dikenai biaya restribusi sebesar Rp 3000,- dalam sehari. Petugas penitipan kendaraan dengan sigap dan cermat mencatat nomor polisi kendaraan dan menanyakan berapa lama kendaraan akan dititipkan. Pengguna jasa penitipan menjawab dengan jujur sambil menyerahkan sejumlah uang yang besarnya sudah disepakatkan, dan menerima karcis sebagai bukti penitipan. Meraka adalah para penikmat jasa kereta api yang tiada bosan merangkak di atas kepingan baja yang melintang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi setiap hari. Kereta api Pandan Wangi.
             

Sunday, June 25, 2017

'Kaum Tengah': Jalan Ini Masih Sama



                Idealisme dalam diri seseorang ibarat nyawa di dalam tubuh. Tubuh tanpa nyawa akan kehilangan fungsi kesejatiannya. Seseorang tanpa idealisme akan kehilangan harganya. Demikian pentingnya nilai sebuah idealisme. Idealismelah yang menentukan arah bahtera perjuangan mengarungi laut kehidupan.


                Lahir dan dibesarkan dalam lingkungan santri memiliki peran penting dalam pembentukan minsed idelogi kita. Tanpa membutuhkan pengukuhan ataupun surat keputusan (SK), kita merasa memiliki tanggungjawab untuk mengkampanyekan ideologi religiusitas. Mempromosikan nilai-nilai agama dalam setiap tapak lini perjuangan.
                Dalam hal ini kita memilih jalur tengah yang dalam Al-Quran diperkenalkan dengan istilah “ummatan wasathon”, atau “kaum tengah”. Kita mencintai ide-ide maupun doktrin ajaran agama cinta yang menginginkan ending setiap perjungannya adalah cinta. Tentu saja hal seperti ini sangat berat. Menjadi “kaum tengah” tidak berarti netral dan buta terhadap salah dan benar. Justeru menjadi kaum tengah dituntut untuk selalu mengedepankan kebenaran tanpa memandang latarbelakang organisasi, madzhab, suku, ras atau agama seseorang sekalipun.
                Tidak jarang ide-ide yang disampaikan mendapat apresiasi dan sorak kegembiraan dari mereka yang merasa sama sepemahaman. Namun tidak jarang juga dipojokkan dan disudutkan oleh mereka yang merasa risih ataupun prihatin terhadap gagasan yang disampaikan. Semua itu tidaklah menjadi masalah karena yang dicari bukanlah tepuk tangan dan sorak-sorai pujian. 
Sumber photo: murfittsindustries.com

                Tidak jarang pula orang yang semula menyetujui dan memuji-muji dan pada saat yang lain berubah membenci bahkan memusihi. Kadang kala kita menjadi sasaran ‘kaum kiri’, kadang kala kitapun diserang habis oleh mereka yang merasa sebagai ‘orang kanan’. Pun itu semua bukanlah masalah karena kita tidak dituntut untuk membuat semua orang untuk mencintai kita. Toh mereka yang membenci tidaklah berguna ketika disodori beribu pembelaan dari kita. Life must go on, kan ? .
                Satu hal yang harus terus kita lakukan adalah terus meningkatkan diri dengan cara menambah bacaan. Bahan bacaan bukan hanya tulisan dalam buku maupun rentetan kalimat dalam lembara-lembar tercetak, melainkan semua pelajaran yang disampaikan Tuhan melalui ayat-ayat semesta. Lagian, semua orang adalah guru dan alam raya adalam sekolah yang lengkap dengan bangku, meja dan segala aksesorisnya.
                Kalau ditanya mengenai masa depan: salah satunya semoga Allah mempermudah kita untuk membuat sebuah lembaga pendidikan yang menampung segala jenis keilmuan tanpa membedakan ini ilmu agama, itu ilmu umum, itu ilmu sosial, itu ilmu sains. Karena hakikat semua keilmuan adalah sama, sejenis, yang bersumber dari Tuhan melalui agama yang Dia ciptakan. Insyaallah jalan ini masih sama hingga detik 1 syawwal 1438H/ 25 Juni 2017 ini. Kadang menapak, kadang lurus, dan kadang berliku. Kadang turun, kadang menanjak, kadang berlubang dan menghentak. tapi tenang saja menghadapi itu semua jika kita sudah menganggapnya inilah jalan yang benar.  

*Jika berkenan ubahlah kata kita menjadi saya (penulis). Wallahu alam. 01:50 WIB, Darul Hikmah
               
               

Wednesday, June 21, 2017

'Dzikir Nafas' untuk Selalu Menghadirkan Allah di dalam Jiwa Manusia

                       Istilah 'Dzikir' diadopsi dari bahasa Arab 'dzikrun' yang berarti menyebut, berarti pula mengingat. Dalam kaitannya dengan 'dzikrulloh' atau mengingat Allah tentu saja yang menjadi objek ingatan manusia adalah dzat Allah yang dikenali melalui 99 nama yang mulia (al-asma al husna). Tentu saja nama Allah tidak hanya sebatas 99 nama. Nama-nama Allah sangat banyak dan tak terhingga jumlahnya, selaras dengan sifat yang dimilikiNya.Segala sesuatu yang ada dalam alam raya ini hakikatnya mengandung sifat dzat Allah.
                 Banyak sekali metode dan alat yang sering digunakan untuk berdzikir. Yang sering didapati dalam lingkungan kita adalah berdzikir dengan tasbih, Qur'an, sholat, jari-jari tangan, dan juga ruas-ruas jari tangan. Seseorang akan secara reflek menjadi 'on' dzikirnya ketika berhadapan dengan alat yang biasa digunakannya untuk berdzikir. Namun sayangnya kesemua alat dzikir tersebut berbatas dengan situsi dan kondisi. Manusia tidak bisa terus-terusan memegang tasbih dalam 24 jam, manusia juga tidak bisa senantiasa berdiri untuk solat sepanjang siang dan malam. Ada satu hal yang tidak bisa ditinggalkan oleh manusia selama hidupnya, yaitu bernafas. Nafas adalah satu-satu aktivitas yang tidak bisa manusia absen darinya selama hidupnya.
sumber gambar: http://www.infoyunik.com
                    Nafas bisa menjadi alat untuk berdzikir, mengingat Allah. Nafas bisa digunakan sebagai alat untuk lelaku manusia membersamai Allah dalam setiap segmen hidupnya. Sering kali kita memisahkan antara aktivitas duniawi dengan aktifitas ukhrowi. Padahal keduanya bisa disatu padankan dan dikawinkan. Aktifitas duniawi jika diniatkan untuk ibadah kepada Allah maka akan bernilai ukhrowi. Maka dengan itu seluruh aktivitas kita akan selalu dibawah bimbingannya Allah. Dzikir nafas bisa menjadi salah satu metode untuk mempersatukan dzikir dengan jiwa manusia.
               Untuk meng'on'kan tombol reflek dzikir nafas ini tentunya membutuhkan latihan dan kontinuitas (keistikomahan). Salah satu hal yang bisa dilakukan dalam dzikr nafas ini adalah memusatkan hati untuk mengingat Allah sembari disertai tarikan dan hembusan nafas. Ritme tarik-hembus nafas akan terlatih sendiri dengan latihan yang masif. Yang harus tetap dijaga dalam ritual dzikir ini adalah sikap ihsan manusia, yaitu beribadah seakan-akan melihat Allah. Jikapun belum mampu menghadirkan Allah maka ada sebuah keyakinan dalam hati bahwa Allah selalu melihat apapun yang manusia perbuat. -wallahu a'lam-

Tuesday, June 20, 2017

Tentang Maman Imanul Haq dan 'klaim’ bahwa semua agama Sama



                Mengikuti pergerakan dunia maya tidak akan pernah ada berhentinya. Dari isu satu berganti ke isu yang lainnya. Dari berita yang satu beralih lagi ke berita yang lainnya. Tidak sedikit dari isu dan berita itu menjadi viral dan terkenal. Tidak selalu lewat media massa nasional, sering juga melalui media sosial. Kali ini Kyai Maman Imanul Haq, pengasuh Ponpes Al Mizan Majalengka yang menjadi sasaran ‘penggorengan’. Kata-katanya dalam acara Kick Andi pada 16 Juni 2017 lalu, ‘disunat’ dan menjadi bahan perdebatan. Dalam kesempatan tersebut beliau memberi pernyataan:
                “Agama itu akan dilihat dari apa yang kita kerjakan. Jangan lihat apa agamamu, tapi lihat apa yang temanmu kerjakan pada kita. Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas, apapun agamanya, dia pasti mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dari kutipan kalimat tersebut yang paling disoroti adalah kalimat terakhir, “Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas apapun agamanya, dia pasti mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Kalimat ini dianggap setara dengan ungkapan bahwa  “semua agama adalah sama”. Bahkan sebuah akun facebook memberi judul dengan huruf besar “MENYAMAKAN SEMUA AGAMA SAMA DI SISI TUHAN, KH MAMAN IMANULHAQ FAQIH DIANJURKAN PINDAH KE AGAMA BUDDHA” disertai dengan cuplikan video dan dalil-dalil untuk memperkuat argumennya. Hingga tulisan ini saya buat postingan tersebut sudah mendapat respon sebanyak 12.961 kali dibagikan dengan komentar-komentar yang beragam. Padahal jika diperhatikan dan dicerna sungguh-sungguh tidak akan ditemukan satupun kalimat yang menyatakan bahwa ‘semua agama sama di sisi Tuhan’. 


Tentang Penafsiran
                                Kyai Maman sangat berhati-hati dalam memilih kata supaya tidak melukai umat agama selain Islam, dan untuk tidak menyakiti saudaranya pemeluk Islam.  Jika kalimat tersebut dipisah menjadi tiga, maka akan tampak jelas bahwa beliau sangat cerdas membangun frasa. Mari diperhatikan kata-demi kata:
1.       Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas. Pada ucapan beliau ini beberapa sikap dan sifat yang diakui oleh semua agama sebagai sikap dan sifat yang baik dikumpulkan untuk mengingatkan kepada seluruh audience tentang sifat yang seharusnya dimiliki oleh semua orang.
 2.       apapun agamanya. Beliau sangat faham bahwa yang mendengarkan dan menyaksikan panggungnya bukan hanya umat Islam, melainkan dari beragam latarbelakang dan status keagamaan, sehingga tidak menyebut secara frontal dengan kalimat “jika agamanya Islam”. Hal ini juga berkaitan dengan kampanye toleransi dan kebhinnekaan yang selama ini beliau kumandangkan.
 3.       dia pasti mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. (mungkin) kalimat ini yang membuat pihak kontra semakin kepanasan. Secara tidak langsung kyai Maman disudutkan dan dianggap salah karena tidak mengucap “orang baik, jujur, soleh, kalau tidak beragama Islam maka mendapat  tempat yang buruk di sisi Allah SAW.”
 Berbeda respon dalam menerima sebuah berita adalah hal yang biasa. Perbedaan anggapan dan penafsiran atas sebuah informasi juga bukan hal yang luar biasa, bahkan diantara para ahli tafsir sering menemui perbedaan penafsiran. Wajarlah kalau publik kekinian juga merespon kalimat Kyai Maman dengan ekspresi berbeda-beda. Apalagi banyak yang sekedar share tanpa membandingkan ‘caption’ yang ditulis penyebar dengan isi pidato yang pembicara sampaikan.
Tentang “Tempat Yang Terbaik” di sisi Allah
                Kalau melihat secara tekstual ayat alquran  akan ditemui bahwa surga menjadi hak paten penganut agama Islam saja. begitupula dengan kitab suci lainnya pasti menyebutkan bahwa umatnyalah yang akan menghuni surga. Dalam ucapannya Kyai Maman tidak menyebut  dengan  “Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas apapun agamanya, dia pasti mendapat “Surga Allah SWT”, akan tetapi memilih dengan kalimat “mendapat tempat terbaik di sisi Allah”. Kalimat ini seakan bermakna sangat luas namun ternyata sangat  spesifik. Bermakna luas karena setiap orang seakan bisa membuat penafsiran sesuai dengan background agamanya masing-masing dan tidak memberi penjelasan "terbaik di dunia" atau "terbaik di akhirat". Kalimat tersebut adalah kalimat pesifik karena ternyata beliau membatasinya dengan kata “di sisi Allah SWT”.  
              Pada kalimat "Tempat terbaik di sisi Allah SWT" Kyai Maman menempatkan Allah sebagai subjek yang Melihat sesuatu , lalu mengkaitkan dengan kepasrahannya pada kehendak Allah, pemberian Allah dan penilaian Allah  atas masa depan dunia-akhirat seluruh hambanya. Jika neraka digambarkan dengan kesedihan atau duka, dan surga digambarkan dengan keindahan mempesona, maka manusia tidak pernah bisa memastikan bahwa kesedihan yang Allah berikan pada manusia di dunia adalah sebuah keburukan dan juga tidak pernah akan bisa memastikan bahwa kegembiraan seorang hamba adalah sesuatu yang baik menurut Allah SWT.
                Jika pernyataan beliau tersebut berkenaan dengan tempat terbaik di akherat maka tanpa perlu saya memberikan jawaban, kita semua  sama-sama bisa menjawab terhadap pertanyaan: “apakah tempat yang terbaik menurut Allah SWT bagi orang kafir ?” dan "Kemanakah tempat terbaik di sisi Allah bagi orang kafir untuk kembali ?" lalu "apakah tempat terbaik di sisi Allah bagi orang mu'min ?". Dalam pidato tersebut cara dakwah halus Kyai Maman telah menang beberapa ronde dibandingkan pendakwah yang suka berteriak kafir. Beliau mengajak semua orang dari latar belakang apapun untuk berbuat kebaikan, namun beliau tetap menyampaikan pesan-pesan ketauhidan; mengajak semua orang dari semua latar belakang agama untuk melakukan “amar ma’ruf dan nahi munkar” tanpa menyebutkan bahwa mereka yang tidak beragama Islam adalam orang yang “munkar” ; mengajak semua orang kepada Islam tanpa menyebut mereka yang belum Islam dengan sebutan "kafir" ataupun "inkar". Dengan begitu mereka yang belum diberi hidayah kepada Islam tidak merasa dinomorduakan dan mau menerima ajaran untuk berbuat kebaikan dalam koridor kemanusiaan.

Tentang Ucapan Gus Dur
                Perkataan senada juga pernah mengundang kontra beberapa tahun yang lalu. Dengan santai almarhum Gus Dur bertutur yang kira-kira berbunyi “tidak penting apa agama atau sukumu. Kalau kamu melakukan sesuatu yang baik untuk semua, orang tidak akan bertanya apa agamamu”. Dalam pernyataan ini Gus Dur mengajak semua orang untuk berbuat baik tak peduli apapun agama atau suku yang dianutnya. Ya, memang benar orang lain tidak akan bertanya tentang agama orang lain yang memberi jasa dan kontribusi, meskipun terkadang orang yang baik dan berjasa akan menjadi kebanggaan bagi umat yang seagama dengan dia.
Dalam kalimat tersebut sebetulnya masih ada kalimat lanjutan yang Gus Dur memilih untuk tidak menyebutkannya. Gus Dur sangat paham tentang nilai kebhinnekaan di Indonesia sehingga menahan diri untuk mengucapkan “ orang memang tidak akan bertanya tentang agamamu, tapi Allah SWT akan bertanya loh yaaaa”.
Agama memang menjadi bahasan yang sensitif dalam ruang publik. Setiap orang pasti menganggap bahwa agamanya yang paling baik dan paling benar. Namun kiranya hal ini cukup menjadi konsumsi diri sendiri. meminjam istilah dari Mbah Emha Ainun Najib bahwa agama adalah dapur sebuah restoran, sedangkan akhlaq adalah penyajian makanan di ruang para pengunjung menikmati makanan. Hidangkanlah makanan dengan baik, benar dan penuh keindahan untuk setiap orang tanpa perlu menyebut-nyebut dapur restoran kita kepada mereka. Dakwah itu merangkul, bukan memukul; mengajar, bukan membajak; dengan  kecintaan, bukan dengan kebencian. Wallahu a’lam.
                                 
               



Thursday, June 15, 2017

Segera Kenalkan ‘Si Cinta’ pada orang tua




             

   Menjalin hubungan asmara dengan orang yang kita cinta tentu saja membuat hati berbunga-bunga nan bahagia. Apalagi kalau janji untuk menikah dan hidup bersama sampai mati sudah disampaikan kepadanya. Jangan sampai rencana yang sudah dirakit bersama buyar seketika gara-gara tidak ada restu dari orang tua.

                Orang tua seharusnya selalu menjadi ‘the number one’ dalam kehidupan manusia. Bahasa syair mengkiaskan orang tua sebagai Tuhan kedua. Andai saja tuhan memperbolehkan manusia untuk bersujud kepada hamba, maka yang berhak disujudi pertama kali adalah orang tua. Dalam kaitannya dengan pernikahan, ridho orang tua menjadi salah satu syarat sahnya pernikahan. Tidak jarang kasus ‘gagal nikah’ terjadi karena tentangan dari orang tua yang tidak setuju dengan ‘bakal calon’ pasangan yang dipilih oleh anaknya. 

Wednesday, January 11, 2017

Alasan Untuk Tidak Bugil Di Depan Kamera





Beragam motif untuk mengabadikan sesuatu dengan format photo maupun video; Ada yang berniat untuk membuat dokumentasi pribadi, sebagai kenang-kenangan;  Ada yang melakukannya karena menjadi mata pencaharian; Ada yang melakukannya sekedar untuk pamer dan panas-panasan; ada juga yang melakukannya untuk mencari sensasi dan ketenaran.  Apapun boleh difoto, namun berfikirlah sekali  lagi untuk berfoto dalam keadaan bugil (baca: telanjang). Apalagi berinisiatif mengabadikan hubungan badan dengan format video. Resikonya besar, sob. 

Saturday, January 7, 2017

(Perbedaan) Orang Kecil, dan Orang Besar


 

   ORANG KECIL, DAN ORANG BESAR



Suatu hari yang tak cerah
Di dalam rumah yang gerah
Seorang anak yang lugu
Sedang diwejang ayah-ibunya yang lugu

Aku Yang Bajingan

Aku (bukan) bajingan


Aku yang bajingan
 
Aku promosikan kedamaian, tapi kusebarkan permusuhan.

Aku teriakkan toleransi, tapi kulukai kelompokku sendiri.

Aku kampanyekan cinta, tapi kutebarkan kebencian pada sesama
.

Tips Diet Unik: Makan Pasir Supaya Panjang Umur

Sukma Viti sedang mengunyah pasir. Sumber: Daily mail
Sukma Viti sedang memakan pasir. sumber: daily mail
Umumnya orang berdiet dengan mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, berolahraga keras, mengkonsumsi air putih, mengurangi makanan berlemat, atau juga dengan mengatur pola makan. Namun cara ini tidak berlaku bagi Kusma Viti, 78 tahun, yang tinggal di Varanasi, India. Diet yang dia lakukan adalah dengan mengkonsumsi pasir.

Wednesday, January 4, 2017

PROFIL PENULIS - AMIR EL HUDA




Penulis dilahirkan di tengah-tengah keluarga sederhana yang kaya dengan kasih sayang. Sejak kecil menyukai sastra,  public speaking, dan kegiatan tulis menulis dengan bimbingan orang tua dan kakak-kakaknya. Menyelesaikan pendidikan TK di  Darussalam Pasirputih, SD di SDNegeri Sukanegara, SMP di SMP Negeri 1 Madang Suku 1, SMA/Sederajat di Ponpes Gontor Ponorogo. Saat ini tengah dalam proses menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Jember.
 

RUTE MENANTANG AIR TERJUN TRETES, JOMBANG

Kalau ada yang bertanya ,"air terjun apa yang paling tinggi di Jawa Timur ?",  jangan ragu untuk menjawab "air terjun Tretes". Air terjun ini memiliki tinggi 158 meter dan terletak di ketinggian 1250 meter di atas permukaan air laut dan merupakan hulu sungai Sumber Watu Bonakah. Jangan salah pelafalan. pelafalan huruf "e" pada kata "tretes" bukan seperti pelafalan huruf "e" pada kata "mal(e)s" dan "b(e)rat", akan tetapi seperti  pelafalan huruf "e" pada kata "F(e)bruari" dan juga "tok(e)k".

Rute perjalanan menuju air terjun ini tidak terlalu sulit. Dari pasar Kandangan, kediri kita ambil arah menuju Wonosalam, karena air terjun ini terletak di Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam. Jarak tempuh dari pasar Kandangan sampai ke Pengajaran sekitar 24,5km. 


Wednesday, December 28, 2016

KISAH CINTA ZAINAB PUTRI RASUL & KALUNG KHADIJAH




Ilustrasi: beautiful woman using veil

Pada suatu hari menghadaplah Abul 'Ash bin Rabie' kepada Nabi S.A.W, yaitu sebelum beliau diutus menjadi Nabi, kemudian berkata kepada Nabi s.a.w: "Aku ingin meminang putrimu Zainab." 

Abul Ash merupakan seorang pria yang terkenal dengan tampan, rupawan, kaya, berharta, yang membuat siapapun terpana dan terpesona ketika melihatnya.

Nabi SAW menjawab, "Aku tidak bisa menjawab mu sebelum aku memberi tahu Zainab perihal pinanganmu (apa dia setuju apa tidak)." Kemudian Nabi saaw masuk kpd Zainab dan barkata padanya: "Putra bibimu (Abul 'Ash datang padaku dan dia meminangmu, apa engkau setuju menerimanya sebagai suami?"

Seketika wajahnya memerah, kemudian tersenyum.

Nabi SAW keluar menemui Abul 'Ash memberitahu kalau puteri beliau setuju untuk menjadi isterinya.

Maka menikahlah Zainab dengan Abul 'Ash bin Rabie' dan dimulailah kisah cinta yang dahsyat antara dua sejoli yang saling mencintai ini.