Showing posts with label TIPS. Show all posts
Showing posts with label TIPS. Show all posts

Saturday, January 27, 2018

Dilan Versi Syar'i : Kumpulan Kata-kata Dilan Setelah Berhijrah

Kata-kata Dilan Setelah berhijrah.


Publik Indonesia mendadak dangdut, eh maksudnya mendadak men-Dilan. Iya, masyarakat dibuat gandrung pada sosok Dilan, pemeran utama dalam film Dilan. Sebenarnya film itu diambil dari novel berjudul Dilan, karya penulis koplak  Pidi Baiq yang berhasil membuat perut pembacanya mulas gara-gara ketawa, bahkan berurai airmata gara-gara diaduk-aduk perasaannya.

Buku yang sejatinya sudah terbit di tahun 2014 itu berhasil menembus pasar best seller. luuuuar binasaa. Novel yang sejatinya untuk pasar remaja, ternyata disenangi juga oleh dewasa dan orang tua, lalu dijadikan ajang bernostalGILA . Eleuuuh eleeeuhh. Memang layak diapresiasi, Pidi Baiq sukses mengemas kalimat-kalimat romantis dalam balutan cerita yang mahal, tidak murahan. Kalau gak percaya, baca aja bukunya.

BACA : Segera Kenalkan ‘Si Cinta’ pada orang tua

Trilogi novel Pidi Baiq itu berakhir menjengkelkan, sama sekali tidak happy ending. Pasangan seideal mereka, Dilan dan Milea, dipisahkan oleh pengarangnya sendiri. kampreeet."Tahukah kamu wahai Kang Pidi, banyak yang geregetan dengan ulahmu.

Milea setelah tidak lagi pacaran dengan Dilan, ternyata masih menyimpan cinta pada Dilan. Demikian pula Dilan, masih sangat mencintai Milea. Dan itu sama-sama mereka ketahui setelah mereka berpacaran dengan orang lain. Sudah putus dari pacaran, malah berganti pacar.

BACA: Tips Backpacker di Bali Dengan Biaya Murah Semurah-murahnya

Padahal saya membayangkan bahwa setelah mereka putus, Dilan memutuskan untuk taubat dari masalalunya, berhijrah mencari ketenangan hidup dengan cara mondok di salah satu pesantren di daerah Ciheras. lalu, setelah beberapa tahun mondok di pesantren, dia jatuh cinta pada wanita, sebut saja Mila, santriwati di pondok yang sama. Dilan pun memutuskan bertaaruf dengannya, lalu meminangnya, dan menikah. Dalam pernikahannya dengan Mila, dia punya anak tiga, yaitu Nia, Nay, dan Inaya.

Dalam masa taaruf , Dilan tetaplah Dilan, yang berkeahlian menyusun kata-kata manis romantis, manis, semanisTerang Bulan Tabarrok. Begitu pula ketika sudah menikah, Dilan semakin membuat Mila berkali-kali jatuh cinta padanya. Berikut ini beberapa kata-kata unik Dilan yang dikumpulkan dalam dua sesi kisahnya asmaranya bersama Mila, yaitu sesi saat  dalam masa-masa ta'aruf, dan sesi kedua saat dia menikah. Kata-kata yang sebenarnya diaransemen ulang saja dari 3 novel pendahulunya.

Masa-masa Ta'aruf

1. Kamu jangan rindu, ya. Rindu itu berat. Biar aku  langsung melamarmu ke orang tuamu saja.
2. Kamu tau nggk ? Tujuan ta'aruf itu untuk putus. Bisa putus karena berpisah. Bisa juga putus karena menikah.
3. Kalau kamu bohong, itu hak kamu. Asal jangan aku yang bohong ke kamu.
4. Jangan maksiat, siksanya berat. Kita nggak bakal kuat. Langsung menikah saja
5. Kalau kamu mau tidur, jangan ingat-ingat aku, ya !. Cukup ingat aku dalam doa-doamu.
6.  Mila, kamu cantik. Tapi aku nggak mau pacaran denganmu. Aku mau langsung menikahmu.

7. Mila, jangan bilang ke aku kalau ada yang menyakitimu. Nanti besoknya, orang itu  dapat panggilan dari pengadilan.
8. Matahari diciptakan untuk menerangi siangmu, aku untuk mencintaimu.
9. PR-ku adalah mendoakanmu. Lebih tinggi dari sang surya, lebih dalam dari samudera, dan lebih luas dari antariksa.
10. Itu hari Selasa, ketika aku mendapat surat dari Dilan. Entah bagaimana, dia bisa menitipkan suratnya ke Rani. Isi suratnya pendek, "PENGUMUMAN: SEJAK SORE KEMAREN, AKU SUDAH MELAMARMU DENGAN IZIN ORANG TUAMU. - Mila -

BACA: Pesona Keindahan Pantai Payangan





Rumah impian Dilan dan Melia


Masa-masa Menikah

1. Kalau hujan makin lebat, aku nggak akan ngasihin jaketku ke kamu. Nanti kalau aku sakit, siapa yang bakal ngejagain kamu ?
2. Aku lagi sibuk. Sibuk rindu kamu.
3. Wanita nggak harus bisa masak. Tujuan menikah adalah untuk membangun rumah tangga, bukan membangun rumah makan.
4.  Kalau menikahimu adalah salah, ya sudah. biar. biar aku salah terus saja.
5.  Aku nggak pandai cemburu. Malahan, kalau kamu ninggalin aku, aku gak bisa apa-apa. Bisaku cuma mencintaimu.
6. Apa yang dia lakukan benar-benar istimewa, tidak biasa, sesuatu yang tidak pernah terfikir oleh orang lain. Sesuatu yang selalu berhasil membuat aku merasa sangat dicintai, merasa sangat dihargai dengan cara sangat istimewa., dan dengan cara yang tidak biasa. -Mila-
7. Hidup ini terlalu singkat, jangan bersedih. Kita dilahirkan dari orang tua yang bersenang-senang.
9. Dilan, aku rindu. kamu dimana? aku rindu. sini!!. -Mila-
10. Cinta itu kayak kamu: lembut, solihah, menghangatkan, dan aku selalu rindu.
11. Aku cinta kamu. Dan selalu. Kamu tau itu.

Makanya perlu dipikirkan dan dipertimbangkan untuk menulis novel "Dilan Reborn: Hijrah Si Dilan". Apalagi sekarang ini ,  masyarakat lagi euforia sama istilah-istilah berbau syariah.

BACA: Daftar Penginapan Gratis di Bali dan Penginapan Murah di Bali




Thursday, January 18, 2018

Daftar Penginapan Gratis di Bali dan Penginapan Murah di Bali

Penginapan murah. source: http://www.tanjunglesung.com
Sebagai backpacker amatiran yang kagak ada duit lebih, tentu membuat saya memutar otak untuk meminimalisir anggaran jalan-jalan supaya murah atau bahkan gratis sama sekali. Untuk wisata murah di pulau dewata, saya sudah menuliskannya di artikel berjudul => Tips Backpacker di Bali Dengan Biaya Murah Semurah-murahnya <=, klik saja link tulisan warna biru cantik tersebut untuk mengetahui ulasannya.

Soal memilih penginapan, saya biasa menghubungi kawan, kenalan, atau sahabat dekat yang memang bordomisili di Bali. Mohon izin dan minta tolong secara baik-baik bahwa beberapa hari akan membutuhkan tempat untuk tidur dan melepas penat di sela waktu wisata.

Syukurnya, mereka tidak berkeberatan untuk ditumpangi menginap barang seminggu atau dua minggu. Bahkan suatu ketika saya pernah menginap hampir dua bulan di kontrakan sahabat saya, baca ulasan saya di tulisan berjudul => BACK-PACKER DI PULAU DEWATA; MENIKMATI MASA MUDA , klik link warna biru untuk mengetahui bagaimana ceritanya.Dan kamu akan tahu betapa nekat dan tidak tahu malunya saya. duuuuhhh, trimakasih sahabat saya, Dedi. Semoga rumahtanggamu bahagia.
Namun itulah kenyataanya. Dengan menginap di rumah kawan, terbukti meminimalisir dana perjalanan. Ya, tahu diri saja laah, karena  sudah ditolongnya, paling tidak bantu-bantu nyapu membersihkan rumah kala dia bekerja. Atau paling enggak kalau pagi mbikinin dua gelas kopi panas dan beli tempe goreng untuk disantap berdua. Muraaaah khaan ???

Cara kedua untuk mendapatkan penginapan yang murah adalah dengan tidur di kantor polisi. Ini bukan hanya murah, tapi gratis dan aman. Karena ada kata pepatah, tempat yang paling berbahaya bisa jadi merupakan tempat yang paling aman.

Cara ketiga adalah dengan tidur di masjid. Saya agak kurang srek dengan anggapan bahwa masjid ada rumah Allah dan tempat ibadah yang nggak boleh dijadikan sebagai tempat menginap. Bagi saya masjid adalah rumah Allah yang seharusnya welcome buat hamba Allah yang sedang membutuhkan ulur tangan pertolongan, dalam hal ini butuh tempat menginap. Coba bayangkan, seandainya ada orang yang semula kepengen meninap di masjid, eeeee ternyata pintu masjid dikunci, akhirnya ketemu lekong bencong dan mucikari, ditawarkannyalah menginap di rumah esek-esek, dan GoooooooooLLLL, betapa dosanya para petugas itu.

Rumah Allah seharusnya ramah buat para tamu-tamu Allah yang kepengen datang pada Allah saat sangat butuh bantuan. Bisa saja seorang bajingan yang nggk pernah solat tergerak hatinya untuk berjama'ah subuh karena tidur di masjid dan terbangun mendengar adzan shubuh. naaaah kaan luar biasa itu.

Berikut ini alamat musholla dan masjid yang saya ambil dari situs: http://www.bukualamat.info . Silakan dituju, siapa tahu bisa menjadi solusi keperluan penginapan kamu:

MASJID AGUNG SUDIRMAN
Jl. Slamet Riyadi, Denpasar


MASJID AL FALAQ
Jl. M.T. Haryono II No. 14, Denpasar

MASJID AL FURQON
Jl. Jenderal Sudirman, Denpasar


MASJID AL HIKMAH
Jl. Soka No. 18, Kesiman Kertalangu, Denpasar
MASJID AL IKHLAS
Jl. Gunung Batukaru No. 92 B, Tegal Kertha, Denpasar

MASJID AL MUHAJIRIN
Jl. Raya Pemogan, Gang Masjid, Kampung Islam Kepaon, Pemogan, Denpasar

MASJID AN NUR
Jl. Diponegoro No. 167, Sanglah, Denpasar

 MASJID AT TAQWA POLDA BALI
Jl. W.R. Supratman, Denpasar

MASJID AT TAUFIQ
Kompleks Asrama Brimob Tohpati, Denpasar

MASJID BAITUL MAKMURJl. Gunung Merbuk No. 4, Perumahan Monang Maning, Denpasar

MASJID BAITURRAHMAH
Jl. Ahmad Yani, Gang II, Dusun Wanasari, Denpasar

MASJID CHANDRA ASRIJl. By Pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Perumahan Puri Chandra Asri, Denpasar

MASJID DARUL HUDA
Jl. Letda Ngurah Putra No. 11, Dangin Puri Kelod, Denpasar

MASJID DARUSSALAM
Jl. HOS Cokroaminoto No. 155, Ubung, Denpasar
MASJID NURUT TAQWA
Jl. Kapten Japa, Denpasar
MASJID RAYA UKHUWWAH
Jl. Kalimantan No. 19, Denpasar

MUSHOLLA AL QOMAR
Jl. Pura Demak, Teuku Umar Barat, Pemecutan Kelod, Denpasar

MASJID SADARJl. Tegalwangi Gang Kenanga No. 13, Sesetan, Denpasar

MASJID SUCIJl. Pulau Buru No. 56, Denpasar

MASJID AL IHSAANJl. Hang Tuah, Kompleks Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar

MASJID AS SYUHADA Kampung Bugis, Kelurahan Serangan, Pulau Serangan

MUSHOLLA AL AMANAH
Kompleks Gedung Keuangan Negara - Jl. dr. Kusuma Atmaja, Renon, Denpasar

MUSHOLLA AL FALAHJl. Kerta Rahayu, Sidakarya, Denpasar

MUSHOLLA AL FITRAH
Jl. Gunung Mangu No. 3, Perumahan Monang-Maning, Denpasar

MUSHOLLA AL GHUROBA
Jl. Pulau Ceningan No. 4, Denpasar

MUSHOLLA AL IKHLAS
Jl. Diponegoro Gang V A, Pesanggaran, Denpasar

MUSHOLLA AL IKHLAS
Kompleks Gedung Keuangan Negara (GKN) II - Jl. Kapten Tantular No. 4, Denpasar

MUSHOLLA AL IKHLAS
Jl. Pulau Misol Gang IV A No. 2, Dauh Puri Kauh, Denpasar

MUSHOLLA AL MUAWWANATUL KHOIRIYAH
Jl. Suwung Batan Kendal, Kampung Bugis, Sesetan, Denpasar

MUSHOLLA AL MUHAJIRIN
Jl. Gunung Sari No. 25, Perumahan Monang Maning, Denpasar

MUSHOLLA AL MUHTADIN
Jl. Surapati Gang IV No. 22 A, Denpasar

MUSHOLLA AN NAJAH
Jl. Dewi Madri IX No. 6, Tanjung Bungkak, Denpasar

MUSHOLLA AN NUR
Jl. Pulau Selayar No. 41, Denpasar

MUSHOLLA AR RAHMAN
Jl. Puputan IV Gang I, Denpasar

MUSHOLLA AT TAWWABIN
Jl. Pulau Misol Gang XX No. 17, Denpasar

MUSHOLLA BAITUL MU'MININ
Jl. Tukad Pakerisan Gang XV A, Panjer, Denpasar

MUSHOLLA MARGA UTAMA
Jl. Dewi Kunti No. 5, Tanjung Bungkak, Denpasar

MUSHOLLA NURUL IMAN
Jl. Taman Pancing, Kampung Islam Kepaon, Pemogan, Denpasar

MUSHOLLA MUHAMMAD
JL. Imam Bonjol, No. 353, Abian Timbul, Denpasar Barat

Selamat menikmati perjalanan, niatkan karena Allah yaaa. Jaga mata, kendalikan nafsu, hajar syahwatmu !

Tips Backpacker di Bali Dengan Biaya Murah Semurah-murahnya

Senja di Pantai kuta. source: TripAdvisor
Bali merupakan pulau wisata yang menarik untuk dikunjungi. Potensi wisata  pulau kecil yang dikelilingi oleh pantai ini terdiri dari pantai, taman, pura, arena perbelanjaan oleh-oleh, dan lain-lain. Bagi sebagian orang yang belum pernah menginjakkan kakinya di Bali tentu saja merasa sangat penasaran dengan apa saja yang ada di sana. Bagi yang belum pernah ke sana pasti juga bertanya-tanya tentang biaya yang perlu dihabiskan untuk bisa menikmati perjalanan di sana dan mengakhirinya dengan bahagia. iyaaaa khaan ?

Saya bisikin yaa, kalau sampean terbiasa makan pecel dan rujak cingur seharga enam ribuan, maka di Bali uang enam ribu itu cuma bisa digunakan buat masuk toilet  dua kali. Bayangin kalau pergi kesana dalam keadaan mencret dan masuk toilet sepuluh kali sehari? itu berarti nilainya sama dengan beli pecel ordinary sebanyak lima kali. Bayangin kalau sehari mencret seratus kali atau seribu kali ? crooot croot crooot ! weeeeiihh, berapa duit itu keluarr ??

Itu baru soal makan pecel dan eek aja, blom soal yang lainnya. xixixiixi. serius dikit napa bang ?

Okee dah.. saya serius. Tatap mata saya tajam-tajam !

Kalau  kamu kepengen jalan-jalan ke Bali dengan cara yang murah karena memang adanya sebegitu doang rupiah yang dianggarkan. Nggak jadi masalah. Tips yang pertama adalah : BERANI DAN NEKAT. Iyaa sob, kudu berani dan nekat untuk berangkat. Tanpa keberanian dan kenekatan, kamu nggak bakal berangkat sampai tiba-tiba matahari sudah terbit dari barat. nah loh.

Takut anggaran nggak cukup?

Kamu kudu tahu dulu donk destinasi wisata yang mau kamu tuju. Jangan sampai buta peta tempat wisata yang pengen kamu datengin. Orang yang pemberani kalau mau turun dari tebing yang tinggi ke dasar jurang bukan dengan cara melompat, tapi turun pelan-pelan dan hati-hati di badan jurang yang curam. Kalau langsung lompat itu bunuh diri namanya.

Minimal kamu cari info dulu di google, atau bertanya pada orang yang pernah ke sana biar bisa menyesuaikan tujuan wisata dengan dana yang ada. Nekat dan berani itu bagus, tapi jangan bodoh yaa.

Tips yang kedua: Bertanya harga sebelum membeli sesuatu.

Begini, sob. Tidak semua warung, toko, atau tempat oleh-oleh mencantumkan harga pada barang dagangannya. Banyak orang yang merasa tertipu ketika membeli makanan misalnya, tempatnya terlihat sederhana, tapi ketika selesai makan dan totalan harga, ternyata habisnya berjuta-juta. naaah lhooo, habis dah bekalmu.

Jangan malu bertanya, apa lagi gengsi bertanyaa. Jangaaaaaannn. Bisa-bisa terlantar di kampung orang kamu, sob. Yang semula niatnya berwisata malah bersedih riaaa. duuuhh duuh.

Tips yang ketiga: Membandingkan harga di satu toko dengan toko yang lain.

Di Bali itu buuuuuuuuanyak sekali tempat perbelanjaan. Buuuanyak sekali tempat jualan oleh-oleh. Sebelum kamu memastikan untuk membeli suatu barang, cek dulu harga barang yang sama minimal di tiga toko. Supaya tahu toko mana yang menjual barang tersebut dengan harga termurah.Buat catatan dulu barang apa yang mau dibeli: kaos, gantungan kunci, tas, atau yang lain. Jangan sampai ketika masuk ke toko nafsu belanjamu naik, sehingga kalang kabut membeli segala sesuatu. akhirnya pulang jalan kaki daah elu.

Tips yang ketiga: Pilih penginapan yang MURAH atau bahkan GRATIS

Sekarang jamannya internet, seharusnya orang semakin pintar, jangan sebaliknya. Cari info di google dulu tempat penginapan murah. kalau danamu benar-benar sedikiiiiiiit, cari saja penginapan yang murah di google. kalau juga dengan memakai tips saya ini => Daftar Penginapan Gratis di Bali dan Penginapan Murah di Bali . Klik link biru untuk membaca..

Tips keempat : Jangan Sok Tahu

Ini nih, banyak orang yang beranggapan untuk tidak menjawab sapaan para guide alias pemandu wisata yang menawarkan jasanya kepada para wisatawan. Takut lah, mahal lah, bahaya lah, dan alasan lain yang  tidak sepenuhnya benar. Padahal diantara mereka banyak orang baik yang betul-betul ikhlas ingin membantu.

Jangan sombong sehingga nggak mau bertegus sapa dengan orang lain. Kalau bisa, tujuanmu ke sana bukan cuma untuk memanjakan mata dan menikmati suasana saja. Carilah dan pelajarilah ilmu-ilmu Tuhan yang beerserakan di mana-mana itu: pelajari budayanya, tradisinya, kearifan lokalnya, keramahan masyarakatnya, perekonomiannya, dll.

Jangan sok tahu, merasa tahu tentang suatu tempat padahal blong tidak tahu apa-apa. Kalau ndak tahu ya bertanya.


Demikian tips pendeknya, semoga bermanfaat. pertanyaan dan penambahan tips silakan di kolom komentar, atau langsung chat ke email saya. Insyallah saya bantu. Jaga mata, jaga hati, dan jaga iman yaa selama di Bali. Bali juga buminya Tuhan, jangan bermaksiat di bumiNya.

Thursday, September 21, 2017

Waspadalah Dalam Bus Ekonomi Rute Jember-Surabaya dan Sebaliknya




Bus Ekonomi Malam
                Kisah tentang pencurian dengan modus pencopetan, penodongan dan juga hipnotis di dalam bus ekonomi malam rute Surabaya-Jember atau sebaliknya  kerap terdengar. Bukan cuma saat malam,  juga siang. Namun demikian, bus ekonomi tetap menjadi pilihan. Padahal tarif antara bus patas (cepat dan terbatas) dan bus ekonomi tidak begitu jauh berbeda. Enam puluh ribu rupiah dengan bus patas, dan empat puluh ribu rupiah dengan bus ekonomi. Saya sendiri termasuk penumpang yang senang bepergian dengan bus ekonomi. Selain lebih murah beberapa rupiah, hadirnya pengamen yang silih berganti juga membuat perjalanan semakin meriah. Pandangan ini setidaknya berlaku sampai malam itu.

 Pengamen dalam bus ekonomi

                Sekitar pukul 23.00 WIB dengan tenangnya saya lambaikan tangan memberhentikan salah satu bus ekonomi yang dengan santunnya memperlambat laju dan kemudian berhenti tepat di depan saya. Bus ekonomi jurusan Surabaya via kecamatan Tanggul. Kursi urutan ke tiga dari depan saya pilih. Tentu karena kursi barisan tersebut masih kosong. Juga sesekali kaca bus menjadi sandaran sisi kiri kepala kalau mengantuk.  beberapa botol minuman dan makanan ringan sudah terbeli di minimarket sebelah timur terminal Tawang Alun sekaligus tempat memberhentikan bus tadi.
                Bus ekonomi yang melaju malam tidak boleh diremehkan. Meskipun tidak dilabeli tulisan “bus malam cepat”, namun mereka tidak melaju dengan lambat. Bahkan tidak jarang mereka menyalip bus dengan tulisan “PATAS”. Sampai di pertigaan lampu merah Lumajang suasana bus masih aman terkendali. Bus dengan taat menanti lampu warna merah bergesar ke warna hijau dan kemudian berbelok ke kanan, masuk jalan raya Kedungjajang menuju probolinggo. Mata mulai mengantuk. Tas gendong yang sedari tadi digendongkan di depan kembali saya rapikan. Tak bisa ditolerir lagi, mata terpejam dalam laju bus yang makin kencang.

Jalanan Kraksaan
                Siapapun yang melewati jalan di kawasan  Kraksaan akan mengeluh. Bagaimana tidak, jalan utama seperti itu dibiarkan bertahun-tahun bergelombang tidak rata. Sudah banyak yang terpelanting karena tak kuasa mengendalikan sepeda motor yang oleng. Sudah banyak kendaraan bertabrakan lantaran menghindari lubang jalan ataupun gundukan aspal . Bus ekonomi tua yang saya naiki inipun terhuyung ke kanan dan ke kiri. Mata yang tadinya tertutup, seketika terbuka gara-gara kepala membentur kaca. 
               Seseorang berperawakan gemuk dengan tinggi sekitar 155cm sudah duduk di sebelah kanan saya, memakai topi dan dengan rokok di tangan. Setelah tersenyumj sebentar, saya arahkan pandangan ke depan, samping, dan belakang. Beberapa baris kursi bus masih terlihat kosong. Hati sudah mulai was-was. Logikanya: "penumpang yang belum saling kenal akan memilih kursi kosong untuk didudukinya".  Iya, bukan?
                Seketika ekor mata saya mengarah ke kiri, ke kaca bus . Suasana gelap di luar menyulap kaca bening bus menjadi cermin hitam.  Ada gelagat mencurigakan terekam. Terlihat laki-laki lain duduk di kursi seberang tengah melirik kearah saya. Juga lelaki kurus di belakangnya yang terlihat sigap mengawasi keadaan sekelilingnya. Oooooh, saya mulai bersigap waspada.

                Beberapa menit kemudian lelaki gemuk di samping saya berpindah ke depan, menyeberang. Posisinya kini dua kursi di belakang sopir, sambil sesekali terlihat menikmati rokoknya. Hati mulai sedikit tenang dan kantuk kembali datang. Tertidur (lagi).

Ke Mana Dompet Saya ?
                Benturan dengan badan bus  kembali membangunkan. Nampaknya demikian pula kehidupan: "manusia terkadang memerlukan benturan untuk membuatnya tersadar". Resliting tas kembali saya periksa, dan: AMAN. Masih terlihat tertutup seperti sedia kala. Namun ekspresi saya berbeda ketika ternyata dompet tempat pensil, pena dan perlengkapan tulis sudah terkapar seksi di samping kanan saya. Waduh !.
                Dengan tergesa resliting tas saya buka. Tangan kanan masuk dan merogoh dasar tas dengan paksa, menerobos lipatan baju dan beberapa buku bacaan yang menjadi teman dalam perjalanan. Pikiran saya cuma satu: “dompet. Mana dompet ku”. Seperti petugas merazia, semua sisi dalam tas sudah saya raba. Dan: tidak ada.
                Mata saya mengarah lagi pada Si Gemuk dan tiga orang di belakang. Si Gemuk terlihat santai, namun dua orang kurus di belakang tampak mengawasi. Kami beradu pandang. Dengan lekat mata kami bertatap sampai akhirnya mereka membuang muka ke jendela. Saya masih bingung dengan apa yang harus saya lakukan. "Memeriksa mereka bertiga"  juga bukan tindakan bijaksana. Apalagi dasar yang dipakai hanya rasa curiga.

                 Masih tenggelam dalam kebingungan. Bus berhenti di jalan gelap. Kanan-kiri hutan, tidak ada penerangan.Si Gendut turun dari depan sambil menyapa kernet dab sopir. Saya perhatikan dia sambil berbisik, semoga bukan dia orangnya. Lalu bus melaju lagi. Mata kembali saya sapukan ke jendela, ke arah dua kursi di belakang. Dua manusia yang tadi saya perhatikan ternyata menghilang. Masih tidak percaya, secara otomatis kepala memutar ke arah kanan, dan benar saja, mereka bertiga turun secara bersamaan dengan membawa dompet berisi SIM A & C, KTP, Kartu Mahasiswa, STNK, dan beberapa lembar uang.
  Untung saja kartu ATM dan dua lembar tiket kereta api dari Jakarta ke Surabaya yang dua hari lalu saya pesan sudah diamankan di saku celana jeans sisi kiri belakang. Rasa kantuk langsung buyar. Bus perlahan masuk ke terminal probolinggo dengan membawa rasa kesal.

Ujung Pistol
                Masih beruntung saya malam itu jika dibanding nasib sahabat di lain kisah namun masih di  rute jalan yang sama. Sedari naik dia memilih duduk di kursi panjang paling belakang sambil menikmati udara malam. Rasa tenangnya menghilang ketika  lelaki asing yang sudah diajaknya mengobrol lama mendadak menodongkan ujung pistol di perutnya sambil memintanya mengeluarkan semua uang.
           Mentalnya langsung ciut. Tanpa negosiasi, uang yang dia punya diserahkannya semua  bersama handphone yang dia bawa Diapun menjadi korban yang entah ke berapa dalam bus ekonomi.
Dua cerita ini  sebetulnya tidak cukup untuk mewakili jumlah kejahatan dalam bus ekonomi yang buuuanyak terjadi. Tidak hanya pencopetan dan penodongan saja yang keram terjadi di dalam bus ekonomi rute Jember-Surabaya dan sebaliknya, namun penipuan dengan modus menjual jam tangan dan juga pelecehan seksual sering terjadi. 

Bagaimana Tanggungjawab Sopir dan Kernet Bus?
            Agak sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Khabarnya, mereka juga berada dalam penekanan komplotan penjahat bus. Ada semacam perjanjian tidak tertulis yang isinya "apabila sopir atau kernet  menolong korban, maka  keselamatan jiwa mereka berduapun akan  terancam". Belum lagi resiko dilemparinya bus dan juga bus-bus yang seperusahaan ketika melintas di rute tersebut. Padahal rute ini yang mereka lalui saban hari.

           Yang bisa dilakukan oleh sopir dan kernet hanyalah memperingatkan para penumpang supaya berhati-hati dalam menjaga barang bawaan mereka. Juga  di dalam bus ekonomi biasanya ada tulisan bahwa perusahaan bus tidak bertanggung jawab atas segala macam kehilangan.
                     Mengingat kejadian  malam itu, saya pergi dengan memakai celana sobek-sobek seperti preman, dan memakai jaket kulit usang  seperti komplotan, namun tetap saja saya kecopetan. Berarti pencopet tidak peduli status korbannya. Yang jelas, siapapun yang tidur di bus akan menjadi mangsanya.

Apa Yang Seharusnya Dilakukan Saksi dan Korban
 Maraknya kasus pencopetan, penjambretan, penodongan, perampokan, hipnotis, kekerasan seksual, dan juga pelecehan seksual di dalam bus ataupun di mana saja haruslah disikapi dengan serius. Perbuatan-perbuatan tersebut adalah kejahatan yang diancam dengan hukuman pidana, maka harus diselesaikan secara hukum, supaya segera diatasi, supaya tidak terjadi lagi. Meskipun ada pepatah yang mengatakan bahwa "diam adalah emas", akan tetapi dalam kasus kejahatan diam belum tentu emas. Diam bisa berarti menyetujui kasus kejahatan yang sama terjadi lagi, atau bahkan jauh lebih parah dari kejahatan yang pertama.  Kejahatan ibarat bakteri berbahaya yang apabila tidak dimusnahkan akan menyebar dan menyerang organ tubuh yang lainnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh saksi dan korban  adalah melaporkan kejahatan  yang terjadi kepada pihak kepolisian di wilayah hukum tempat terjadinya perkara. Saksi dan korban perlu mengamankan dirinya dari ancaman dan intimidasi dari pelaku atau siapapun yang merasa dirugikan dengan adanya pelaporan tersebut. Kantor polisi adalha tempat yang aman untuk perlindungan sementara.
Setelah laporan diterima yang ditandai dengan adanya keterangan resmi dari kepolisian yang menyebutkan kedudukannya sebagai saksi atau korban, maka langkah selanjutnya supaya tetap merasa aman dalam proteksi dan penjagaan , korban dan saksi hendaknya melaporkan kepada LPSK. LPSK adalah lembaga negara yang berfungsi untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada para saksi dan korban, terutama ketika memberikan keterangan pada suatu proses peradilan  pidana.

Tidak hanya korban dan saksi tindak kriminal dalam bus saja yang berhak mendapatkan perlindungan dari LPSK, namun juga korban dan saksi  tindak pidana pelanggaran HAM, narkotika, perdagangan orang, pelanggaran HAM besar, dan tindak pidana lain yang membahayakan jiwa. Permohonan kepada LPSK disampaikan secara tertulis yang berisi identitas pemohon, bukti dan keterangan mengenai ancaman yang didapatkan oleh saksi dan korban, dan kronologi kasus yang dialami oleh saksi dan korban. Surat permohonan tersebut dilampiri dengan fotocopy KTP, fotocopy surat panggilan sebagai saksi, surat tanda terima laporan di kepolisian/ KPK/ kejaksaan, surat keterangan sebagai korban HAM berat dari aparat hukum, dan bukti ancaman yang diterima oleh saksi dan korban serta informasi terkait yang dimilikinya.
            Surat permohonan tersebut bisa langsung diantarkan ke kantor LPSK , bisa juga melalui surat, email, dan fax. Sudah bukan zamannya lagi warga negara diam, antipati, dan tidak peduli pada kejahatan yang terjadi di sekitarnya, dan bukan zamannya lagi warga bermain hakim sendiri dalam menindak suatu kejahatan. Diam "belum tentu" emas, dan membereskan kejahatan tidaklah dengan melakukan kejahatan lain.


baca juga:
               

Tuesday, September 12, 2017

Kereta Api Pagi Jember-Banyuwangi: Dari Pekebunan Tembakau, Terowongan Terpanjang, Jembatan Kereta, Sampai Gadis Mandi


Jembatan Mrawan.Sumber: www.banyuwangibagus.com




Subuh  Stasiun Jember

            Langit mulai terang ketika sejumlah manusia lamat-lamat memadati stasiun kereta api Jember. Beberapa menggunakan mobil, dan mayoritasnya menggunakan sepeda motor. Beberapa diantar dan beberapa menitipkan kendaraan di parkiran yang memang diperuntukkan sebagai penitipan kendaraan. Sepeda motor dikenai biaya restribusi sebesar Rp 3000,- dalam sehari. Petugas penitipan kendaraan dengan sigap dan cermat mencatat nomor polisi kendaraan dan menanyakan berapa lama kendaraan akan dititipkan. Pengguna jasa penitipan menjawab dengan jujur sambil menyerahkan sejumlah uang yang besarnya sudah disepakatkan, dan menerima karcis sebagai bukti penitipan. Meraka adalah para penikmat jasa kereta api yang tiada bosan merangkak di atas kepingan baja yang melintang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi setiap hari. Kereta api Pandan Wangi.
             

Thursday, June 15, 2017

Segera Kenalkan ‘Si Cinta’ pada orang tua




             

   Menjalin hubungan asmara dengan orang yang kita cinta tentu saja membuat hati berbunga-bunga nan bahagia. Apalagi kalau janji untuk menikah dan hidup bersama sampai mati sudah disampaikan kepadanya. Jangan sampai rencana yang sudah dirakit bersama buyar seketika gara-gara tidak ada restu dari orang tua.

                Orang tua seharusnya selalu menjadi ‘the number one’ dalam kehidupan manusia. Bahasa syair mengkiaskan orang tua sebagai Tuhan kedua. Andai saja tuhan memperbolehkan manusia untuk bersujud kepada hamba, maka yang berhak disujudi pertama kali adalah orang tua. Dalam kaitannya dengan pernikahan, ridho orang tua menjadi salah satu syarat sahnya pernikahan. Tidak jarang kasus ‘gagal nikah’ terjadi karena tentangan dari orang tua yang tidak setuju dengan ‘bakal calon’ pasangan yang dipilih oleh anaknya. 

Saturday, January 7, 2017

Tips Diet Unik: Makan Pasir Supaya Panjang Umur

Sukma Viti sedang mengunyah pasir. Sumber: Daily mail
Sukma Viti sedang memakan pasir. sumber: daily mail
Umumnya orang berdiet dengan mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, berolahraga keras, mengkonsumsi air putih, mengurangi makanan berlemat, atau juga dengan mengatur pola makan. Namun cara ini tidak berlaku bagi Kusma Viti, 78 tahun, yang tinggal di Varanasi, India. Diet yang dia lakukan adalah dengan mengkonsumsi pasir.