Showing posts with label WISATA RELIGI. Show all posts
Showing posts with label WISATA RELIGI. Show all posts

Thursday, January 18, 2018

Daftar Penginapan Gratis di Bali dan Penginapan Murah di Bali

Penginapan murah. source: http://www.tanjunglesung.com
Sebagai backpacker amatiran yang kagak ada duit lebih, tentu membuat saya memutar otak untuk meminimalisir anggaran jalan-jalan supaya murah atau bahkan gratis sama sekali. Untuk wisata murah di pulau dewata, saya sudah menuliskannya di artikel berjudul => Tips Backpacker di Bali Dengan Biaya Murah Semurah-murahnya <=, klik saja link tulisan warna biru cantik tersebut untuk mengetahui ulasannya.

Soal memilih penginapan, saya biasa menghubungi kawan, kenalan, atau sahabat dekat yang memang bordomisili di Bali. Mohon izin dan minta tolong secara baik-baik bahwa beberapa hari akan membutuhkan tempat untuk tidur dan melepas penat di sela waktu wisata.

Syukurnya, mereka tidak berkeberatan untuk ditumpangi menginap barang seminggu atau dua minggu. Bahkan suatu ketika saya pernah menginap hampir dua bulan di kontrakan sahabat saya, baca ulasan saya di tulisan berjudul => BACK-PACKER DI PULAU DEWATA; MENIKMATI MASA MUDA , klik link warna biru untuk mengetahui bagaimana ceritanya.Dan kamu akan tahu betapa nekat dan tidak tahu malunya saya. duuuuhhh, trimakasih sahabat saya, Dedi. Semoga rumahtanggamu bahagia.
Namun itulah kenyataanya. Dengan menginap di rumah kawan, terbukti meminimalisir dana perjalanan. Ya, tahu diri saja laah, karena  sudah ditolongnya, paling tidak bantu-bantu nyapu membersihkan rumah kala dia bekerja. Atau paling enggak kalau pagi mbikinin dua gelas kopi panas dan beli tempe goreng untuk disantap berdua. Muraaaah khaan ???

Cara kedua untuk mendapatkan penginapan yang murah adalah dengan tidur di kantor polisi. Ini bukan hanya murah, tapi gratis dan aman. Karena ada kata pepatah, tempat yang paling berbahaya bisa jadi merupakan tempat yang paling aman.

Cara ketiga adalah dengan tidur di masjid. Saya agak kurang srek dengan anggapan bahwa masjid ada rumah Allah dan tempat ibadah yang nggak boleh dijadikan sebagai tempat menginap. Bagi saya masjid adalah rumah Allah yang seharusnya welcome buat hamba Allah yang sedang membutuhkan ulur tangan pertolongan, dalam hal ini butuh tempat menginap. Coba bayangkan, seandainya ada orang yang semula kepengen meninap di masjid, eeeee ternyata pintu masjid dikunci, akhirnya ketemu lekong bencong dan mucikari, ditawarkannyalah menginap di rumah esek-esek, dan GoooooooooLLLL, betapa dosanya para petugas itu.

Rumah Allah seharusnya ramah buat para tamu-tamu Allah yang kepengen datang pada Allah saat sangat butuh bantuan. Bisa saja seorang bajingan yang nggk pernah solat tergerak hatinya untuk berjama'ah subuh karena tidur di masjid dan terbangun mendengar adzan shubuh. naaaah kaan luar biasa itu.

Berikut ini alamat musholla dan masjid yang saya ambil dari situs: http://www.bukualamat.info . Silakan dituju, siapa tahu bisa menjadi solusi keperluan penginapan kamu:

MASJID AGUNG SUDIRMAN
Jl. Slamet Riyadi, Denpasar


MASJID AL FALAQ
Jl. M.T. Haryono II No. 14, Denpasar

MASJID AL FURQON
Jl. Jenderal Sudirman, Denpasar


MASJID AL HIKMAH
Jl. Soka No. 18, Kesiman Kertalangu, Denpasar
MASJID AL IKHLAS
Jl. Gunung Batukaru No. 92 B, Tegal Kertha, Denpasar

MASJID AL MUHAJIRIN
Jl. Raya Pemogan, Gang Masjid, Kampung Islam Kepaon, Pemogan, Denpasar

MASJID AN NUR
Jl. Diponegoro No. 167, Sanglah, Denpasar

 MASJID AT TAQWA POLDA BALI
Jl. W.R. Supratman, Denpasar

MASJID AT TAUFIQ
Kompleks Asrama Brimob Tohpati, Denpasar

MASJID BAITUL MAKMURJl. Gunung Merbuk No. 4, Perumahan Monang Maning, Denpasar

MASJID BAITURRAHMAH
Jl. Ahmad Yani, Gang II, Dusun Wanasari, Denpasar

MASJID CHANDRA ASRIJl. By Pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Perumahan Puri Chandra Asri, Denpasar

MASJID DARUL HUDA
Jl. Letda Ngurah Putra No. 11, Dangin Puri Kelod, Denpasar

MASJID DARUSSALAM
Jl. HOS Cokroaminoto No. 155, Ubung, Denpasar
MASJID NURUT TAQWA
Jl. Kapten Japa, Denpasar
MASJID RAYA UKHUWWAH
Jl. Kalimantan No. 19, Denpasar

MUSHOLLA AL QOMAR
Jl. Pura Demak, Teuku Umar Barat, Pemecutan Kelod, Denpasar

MASJID SADARJl. Tegalwangi Gang Kenanga No. 13, Sesetan, Denpasar

MASJID SUCIJl. Pulau Buru No. 56, Denpasar

MASJID AL IHSAANJl. Hang Tuah, Kompleks Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar

MASJID AS SYUHADA Kampung Bugis, Kelurahan Serangan, Pulau Serangan

MUSHOLLA AL AMANAH
Kompleks Gedung Keuangan Negara - Jl. dr. Kusuma Atmaja, Renon, Denpasar

MUSHOLLA AL FALAHJl. Kerta Rahayu, Sidakarya, Denpasar

MUSHOLLA AL FITRAH
Jl. Gunung Mangu No. 3, Perumahan Monang-Maning, Denpasar

MUSHOLLA AL GHUROBA
Jl. Pulau Ceningan No. 4, Denpasar

MUSHOLLA AL IKHLAS
Jl. Diponegoro Gang V A, Pesanggaran, Denpasar

MUSHOLLA AL IKHLAS
Kompleks Gedung Keuangan Negara (GKN) II - Jl. Kapten Tantular No. 4, Denpasar

MUSHOLLA AL IKHLAS
Jl. Pulau Misol Gang IV A No. 2, Dauh Puri Kauh, Denpasar

MUSHOLLA AL MUAWWANATUL KHOIRIYAH
Jl. Suwung Batan Kendal, Kampung Bugis, Sesetan, Denpasar

MUSHOLLA AL MUHAJIRIN
Jl. Gunung Sari No. 25, Perumahan Monang Maning, Denpasar

MUSHOLLA AL MUHTADIN
Jl. Surapati Gang IV No. 22 A, Denpasar

MUSHOLLA AN NAJAH
Jl. Dewi Madri IX No. 6, Tanjung Bungkak, Denpasar

MUSHOLLA AN NUR
Jl. Pulau Selayar No. 41, Denpasar

MUSHOLLA AR RAHMAN
Jl. Puputan IV Gang I, Denpasar

MUSHOLLA AT TAWWABIN
Jl. Pulau Misol Gang XX No. 17, Denpasar

MUSHOLLA BAITUL MU'MININ
Jl. Tukad Pakerisan Gang XV A, Panjer, Denpasar

MUSHOLLA MARGA UTAMA
Jl. Dewi Kunti No. 5, Tanjung Bungkak, Denpasar

MUSHOLLA NURUL IMAN
Jl. Taman Pancing, Kampung Islam Kepaon, Pemogan, Denpasar

MUSHOLLA MUHAMMAD
JL. Imam Bonjol, No. 353, Abian Timbul, Denpasar Barat

Selamat menikmati perjalanan, niatkan karena Allah yaaa. Jaga mata, kendalikan nafsu, hajar syahwatmu !

Tips Backpacker di Bali Dengan Biaya Murah Semurah-murahnya

Senja di Pantai kuta. source: TripAdvisor
Bali merupakan pulau wisata yang menarik untuk dikunjungi. Potensi wisata  pulau kecil yang dikelilingi oleh pantai ini terdiri dari pantai, taman, pura, arena perbelanjaan oleh-oleh, dan lain-lain. Bagi sebagian orang yang belum pernah menginjakkan kakinya di Bali tentu saja merasa sangat penasaran dengan apa saja yang ada di sana. Bagi yang belum pernah ke sana pasti juga bertanya-tanya tentang biaya yang perlu dihabiskan untuk bisa menikmati perjalanan di sana dan mengakhirinya dengan bahagia. iyaaaa khaan ?

Saya bisikin yaa, kalau sampean terbiasa makan pecel dan rujak cingur seharga enam ribuan, maka di Bali uang enam ribu itu cuma bisa digunakan buat masuk toilet  dua kali. Bayangin kalau pergi kesana dalam keadaan mencret dan masuk toilet sepuluh kali sehari? itu berarti nilainya sama dengan beli pecel ordinary sebanyak lima kali. Bayangin kalau sehari mencret seratus kali atau seribu kali ? crooot croot crooot ! weeeeiihh, berapa duit itu keluarr ??

Itu baru soal makan pecel dan eek aja, blom soal yang lainnya. xixixiixi. serius dikit napa bang ?

Okee dah.. saya serius. Tatap mata saya tajam-tajam !

Kalau  kamu kepengen jalan-jalan ke Bali dengan cara yang murah karena memang adanya sebegitu doang rupiah yang dianggarkan. Nggak jadi masalah. Tips yang pertama adalah : BERANI DAN NEKAT. Iyaa sob, kudu berani dan nekat untuk berangkat. Tanpa keberanian dan kenekatan, kamu nggak bakal berangkat sampai tiba-tiba matahari sudah terbit dari barat. nah loh.

Takut anggaran nggak cukup?

Kamu kudu tahu dulu donk destinasi wisata yang mau kamu tuju. Jangan sampai buta peta tempat wisata yang pengen kamu datengin. Orang yang pemberani kalau mau turun dari tebing yang tinggi ke dasar jurang bukan dengan cara melompat, tapi turun pelan-pelan dan hati-hati di badan jurang yang curam. Kalau langsung lompat itu bunuh diri namanya.

Minimal kamu cari info dulu di google, atau bertanya pada orang yang pernah ke sana biar bisa menyesuaikan tujuan wisata dengan dana yang ada. Nekat dan berani itu bagus, tapi jangan bodoh yaa.

Tips yang kedua: Bertanya harga sebelum membeli sesuatu.

Begini, sob. Tidak semua warung, toko, atau tempat oleh-oleh mencantumkan harga pada barang dagangannya. Banyak orang yang merasa tertipu ketika membeli makanan misalnya, tempatnya terlihat sederhana, tapi ketika selesai makan dan totalan harga, ternyata habisnya berjuta-juta. naaah lhooo, habis dah bekalmu.

Jangan malu bertanya, apa lagi gengsi bertanyaa. Jangaaaaaannn. Bisa-bisa terlantar di kampung orang kamu, sob. Yang semula niatnya berwisata malah bersedih riaaa. duuuhh duuh.

Tips yang ketiga: Membandingkan harga di satu toko dengan toko yang lain.

Di Bali itu buuuuuuuuanyak sekali tempat perbelanjaan. Buuuanyak sekali tempat jualan oleh-oleh. Sebelum kamu memastikan untuk membeli suatu barang, cek dulu harga barang yang sama minimal di tiga toko. Supaya tahu toko mana yang menjual barang tersebut dengan harga termurah.Buat catatan dulu barang apa yang mau dibeli: kaos, gantungan kunci, tas, atau yang lain. Jangan sampai ketika masuk ke toko nafsu belanjamu naik, sehingga kalang kabut membeli segala sesuatu. akhirnya pulang jalan kaki daah elu.

Tips yang ketiga: Pilih penginapan yang MURAH atau bahkan GRATIS

Sekarang jamannya internet, seharusnya orang semakin pintar, jangan sebaliknya. Cari info di google dulu tempat penginapan murah. kalau danamu benar-benar sedikiiiiiiit, cari saja penginapan yang murah di google. kalau juga dengan memakai tips saya ini => Daftar Penginapan Gratis di Bali dan Penginapan Murah di Bali . Klik link biru untuk membaca..

Tips keempat : Jangan Sok Tahu

Ini nih, banyak orang yang beranggapan untuk tidak menjawab sapaan para guide alias pemandu wisata yang menawarkan jasanya kepada para wisatawan. Takut lah, mahal lah, bahaya lah, dan alasan lain yang  tidak sepenuhnya benar. Padahal diantara mereka banyak orang baik yang betul-betul ikhlas ingin membantu.

Jangan sombong sehingga nggak mau bertegus sapa dengan orang lain. Kalau bisa, tujuanmu ke sana bukan cuma untuk memanjakan mata dan menikmati suasana saja. Carilah dan pelajarilah ilmu-ilmu Tuhan yang beerserakan di mana-mana itu: pelajari budayanya, tradisinya, kearifan lokalnya, keramahan masyarakatnya, perekonomiannya, dll.

Jangan sok tahu, merasa tahu tentang suatu tempat padahal blong tidak tahu apa-apa. Kalau ndak tahu ya bertanya.


Demikian tips pendeknya, semoga bermanfaat. pertanyaan dan penambahan tips silakan di kolom komentar, atau langsung chat ke email saya. Insyallah saya bantu. Jaga mata, jaga hati, dan jaga iman yaa selama di Bali. Bali juga buminya Tuhan, jangan bermaksiat di bumiNya.

Thursday, September 28, 2017

Bekam Jember: Asam Urat Sembuh Setelah Bekam




Dua tahun Parto (nama samaran) mengalami sakit pada kedua kakinya yang menyebabkannya tidak bisa beraktivitas dengan baik dalam kesehariannya. Kedua kakinya, terutama yang sebelah kiri seringkali sakit sampai sampai berhari-hari tidak bisa digerakkan.

Awalnya kurang percaya ketika ditawari terapi bekam. Namun akhirnya dengan berbagai pertimbangan mau juga orangnya: pembekaman dilakukan. Beberapa titik dilakukan pembekaman setelah solat Isya': Tengkuk, kedua kaki, serta paha.

Esoknya, Parto bisa berjalan dengan normal. Aktivitasnya kembali berjalan lancar. Namun beberapa hari kemudian lagi-lagi kakinya merasakan nyeri. Pembekamanpun dilakukan lagi, dengan saran bekam rutin seminggu sekali. Selain itu Parto disarankan untuk rutin mandi sebelum solat subuh. Setelah 3 Kali dibekam keluhan kaki Parto yang dikarenakan asam urat tidak muncul lagi.

Bekam Jember: 0856 4921 4893

baca Juga:

Terapi Bekam dan Terapi Pijat di Area Jember, Omah Terapi Bekam dan Pijat Mugi Waras



Terapi bekam yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan Cupping Teraphy dan dalam bahasa Arabnya disebut Al Hijamah merupakan cara pengobatan tradisional yang sudah dilakukan selama beratus-ratus tahun. Metodenya tetap sama: yaitu dengan menarik daging dan mengumpulkan darah dengan menggunakan gelas bekam. Yang berbeda hanya peralatan yang digunakan (tentunya dengan perkembangan yang semakin memudahkan).

Omah terapi bekam dan pijat Mugi Waras menyediakan jasa bekam bagi yang menginginkan. Bisa langsung datang ke alamat praktik di Jl. Bengawan Solo 2 Nomor 76 Jember (disarankan untuk menghubungi terlebih dulu), ataupun dengan memanggil ke alamat pasien. Sesuai dengan namanya, selain melayani terapi bekam, juga menyediakan jasa terapi pijat bagi yang membutuhkan.

Untuk informasi bisa menghubungi nomor 085649214893

Bekam: Mugi-mugi Waras
Baca Juga:


Tuesday, June 20, 2017

Tentang Maman Imanul Haq dan 'klaim’ bahwa semua agama Sama



                Mengikuti pergerakan dunia maya tidak akan pernah ada berhentinya. Dari isu satu berganti ke isu yang lainnya. Dari berita yang satu beralih lagi ke berita yang lainnya. Tidak sedikit dari isu dan berita itu menjadi viral dan terkenal. Tidak selalu lewat media massa nasional, sering juga melalui media sosial. Kali ini Kyai Maman Imanul Haq, pengasuh Ponpes Al Mizan Majalengka yang menjadi sasaran ‘penggorengan’. Kata-katanya dalam acara Kick Andi pada 16 Juni 2017 lalu, ‘disunat’ dan menjadi bahan perdebatan. Dalam kesempatan tersebut beliau memberi pernyataan:
                “Agama itu akan dilihat dari apa yang kita kerjakan. Jangan lihat apa agamamu, tapi lihat apa yang temanmu kerjakan pada kita. Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas, apapun agamanya, dia pasti mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dari kutipan kalimat tersebut yang paling disoroti adalah kalimat terakhir, “Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas apapun agamanya, dia pasti mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Kalimat ini dianggap setara dengan ungkapan bahwa  “semua agama adalah sama”. Bahkan sebuah akun facebook memberi judul dengan huruf besar “MENYAMAKAN SEMUA AGAMA SAMA DI SISI TUHAN, KH MAMAN IMANULHAQ FAQIH DIANJURKAN PINDAH KE AGAMA BUDDHA” disertai dengan cuplikan video dan dalil-dalil untuk memperkuat argumennya. Hingga tulisan ini saya buat postingan tersebut sudah mendapat respon sebanyak 12.961 kali dibagikan dengan komentar-komentar yang beragam. Padahal jika diperhatikan dan dicerna sungguh-sungguh tidak akan ditemukan satupun kalimat yang menyatakan bahwa ‘semua agama sama di sisi Tuhan’. 


Tentang Penafsiran
                                Kyai Maman sangat berhati-hati dalam memilih kata supaya tidak melukai umat agama selain Islam, dan untuk tidak menyakiti saudaranya pemeluk Islam.  Jika kalimat tersebut dipisah menjadi tiga, maka akan tampak jelas bahwa beliau sangat cerdas membangun frasa. Mari diperhatikan kata-demi kata:
1.       Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas. Pada ucapan beliau ini beberapa sikap dan sifat yang diakui oleh semua agama sebagai sikap dan sifat yang baik dikumpulkan untuk mengingatkan kepada seluruh audience tentang sifat yang seharusnya dimiliki oleh semua orang.
 2.       apapun agamanya. Beliau sangat faham bahwa yang mendengarkan dan menyaksikan panggungnya bukan hanya umat Islam, melainkan dari beragam latarbelakang dan status keagamaan, sehingga tidak menyebut secara frontal dengan kalimat “jika agamanya Islam”. Hal ini juga berkaitan dengan kampanye toleransi dan kebhinnekaan yang selama ini beliau kumandangkan.
 3.       dia pasti mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. (mungkin) kalimat ini yang membuat pihak kontra semakin kepanasan. Secara tidak langsung kyai Maman disudutkan dan dianggap salah karena tidak mengucap “orang baik, jujur, soleh, kalau tidak beragama Islam maka mendapat  tempat yang buruk di sisi Allah SAW.”
 Berbeda respon dalam menerima sebuah berita adalah hal yang biasa. Perbedaan anggapan dan penafsiran atas sebuah informasi juga bukan hal yang luar biasa, bahkan diantara para ahli tafsir sering menemui perbedaan penafsiran. Wajarlah kalau publik kekinian juga merespon kalimat Kyai Maman dengan ekspresi berbeda-beda. Apalagi banyak yang sekedar share tanpa membandingkan ‘caption’ yang ditulis penyebar dengan isi pidato yang pembicara sampaikan.
Tentang “Tempat Yang Terbaik” di sisi Allah
                Kalau melihat secara tekstual ayat alquran  akan ditemui bahwa surga menjadi hak paten penganut agama Islam saja. begitupula dengan kitab suci lainnya pasti menyebutkan bahwa umatnyalah yang akan menghuni surga. Dalam ucapannya Kyai Maman tidak menyebut  dengan  “Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas apapun agamanya, dia pasti mendapat “Surga Allah SWT”, akan tetapi memilih dengan kalimat “mendapat tempat terbaik di sisi Allah”. Kalimat ini seakan bermakna sangat luas namun ternyata sangat  spesifik. Bermakna luas karena setiap orang seakan bisa membuat penafsiran sesuai dengan background agamanya masing-masing dan tidak memberi penjelasan "terbaik di dunia" atau "terbaik di akhirat". Kalimat tersebut adalah kalimat pesifik karena ternyata beliau membatasinya dengan kata “di sisi Allah SWT”.  
              Pada kalimat "Tempat terbaik di sisi Allah SWT" Kyai Maman menempatkan Allah sebagai subjek yang Melihat sesuatu , lalu mengkaitkan dengan kepasrahannya pada kehendak Allah, pemberian Allah dan penilaian Allah  atas masa depan dunia-akhirat seluruh hambanya. Jika neraka digambarkan dengan kesedihan atau duka, dan surga digambarkan dengan keindahan mempesona, maka manusia tidak pernah bisa memastikan bahwa kesedihan yang Allah berikan pada manusia di dunia adalah sebuah keburukan dan juga tidak pernah akan bisa memastikan bahwa kegembiraan seorang hamba adalah sesuatu yang baik menurut Allah SWT.
                Jika pernyataan beliau tersebut berkenaan dengan tempat terbaik di akherat maka tanpa perlu saya memberikan jawaban, kita semua  sama-sama bisa menjawab terhadap pertanyaan: “apakah tempat yang terbaik menurut Allah SWT bagi orang kafir ?” dan "Kemanakah tempat terbaik di sisi Allah bagi orang kafir untuk kembali ?" lalu "apakah tempat terbaik di sisi Allah bagi orang mu'min ?". Dalam pidato tersebut cara dakwah halus Kyai Maman telah menang beberapa ronde dibandingkan pendakwah yang suka berteriak kafir. Beliau mengajak semua orang dari latar belakang apapun untuk berbuat kebaikan, namun beliau tetap menyampaikan pesan-pesan ketauhidan; mengajak semua orang dari semua latar belakang agama untuk melakukan “amar ma’ruf dan nahi munkar” tanpa menyebutkan bahwa mereka yang tidak beragama Islam adalam orang yang “munkar” ; mengajak semua orang kepada Islam tanpa menyebut mereka yang belum Islam dengan sebutan "kafir" ataupun "inkar". Dengan begitu mereka yang belum diberi hidayah kepada Islam tidak merasa dinomorduakan dan mau menerima ajaran untuk berbuat kebaikan dalam koridor kemanusiaan.

Tentang Ucapan Gus Dur
                Perkataan senada juga pernah mengundang kontra beberapa tahun yang lalu. Dengan santai almarhum Gus Dur bertutur yang kira-kira berbunyi “tidak penting apa agama atau sukumu. Kalau kamu melakukan sesuatu yang baik untuk semua, orang tidak akan bertanya apa agamamu”. Dalam pernyataan ini Gus Dur mengajak semua orang untuk berbuat baik tak peduli apapun agama atau suku yang dianutnya. Ya, memang benar orang lain tidak akan bertanya tentang agama orang lain yang memberi jasa dan kontribusi, meskipun terkadang orang yang baik dan berjasa akan menjadi kebanggaan bagi umat yang seagama dengan dia.
Dalam kalimat tersebut sebetulnya masih ada kalimat lanjutan yang Gus Dur memilih untuk tidak menyebutkannya. Gus Dur sangat paham tentang nilai kebhinnekaan di Indonesia sehingga menahan diri untuk mengucapkan “ orang memang tidak akan bertanya tentang agamamu, tapi Allah SWT akan bertanya loh yaaaa”.
Agama memang menjadi bahasan yang sensitif dalam ruang publik. Setiap orang pasti menganggap bahwa agamanya yang paling baik dan paling benar. Namun kiranya hal ini cukup menjadi konsumsi diri sendiri. meminjam istilah dari Mbah Emha Ainun Najib bahwa agama adalah dapur sebuah restoran, sedangkan akhlaq adalah penyajian makanan di ruang para pengunjung menikmati makanan. Hidangkanlah makanan dengan baik, benar dan penuh keindahan untuk setiap orang tanpa perlu menyebut-nyebut dapur restoran kita kepada mereka. Dakwah itu merangkul, bukan memukul; mengajar, bukan membajak; dengan  kecintaan, bukan dengan kebencian. Wallahu a’lam.
                                 
               



Thursday, June 15, 2017

Segera Kenalkan ‘Si Cinta’ pada orang tua




             

   Menjalin hubungan asmara dengan orang yang kita cinta tentu saja membuat hati berbunga-bunga nan bahagia. Apalagi kalau janji untuk menikah dan hidup bersama sampai mati sudah disampaikan kepadanya. Jangan sampai rencana yang sudah dirakit bersama buyar seketika gara-gara tidak ada restu dari orang tua.

                Orang tua seharusnya selalu menjadi ‘the number one’ dalam kehidupan manusia. Bahasa syair mengkiaskan orang tua sebagai Tuhan kedua. Andai saja tuhan memperbolehkan manusia untuk bersujud kepada hamba, maka yang berhak disujudi pertama kali adalah orang tua. Dalam kaitannya dengan pernikahan, ridho orang tua menjadi salah satu syarat sahnya pernikahan. Tidak jarang kasus ‘gagal nikah’ terjadi karena tentangan dari orang tua yang tidak setuju dengan ‘bakal calon’ pasangan yang dipilih oleh anaknya. 

Tuesday, December 20, 2016

Ritual Supaya Cinta Abadi ala Masyarakat Melayu Pulau Penyengat


                        

             Nama “pulau penyengat” dipilih sebagai identitas pribadi pulau lantaran banyaknya “hawan penyengat” yang kerasan berdomisili di pulau seluas sembilan(9)an hektar ini. Hewan penyengat yang dimaksud adalah ‘tawon’ alias ‘lebah’, Si penghasil madu. Madu aseli, bukan madu isteri number two and three. Dengan gamblang sejarah menelanjangi situs peninggalan kesultanan Melayu yang ada di kawasan kepulauan Riau ini. Cukup merogoh kocek sebesar Rp 10.000 untuk menyeberang dari pelabuhan Punggur, Tanjung Pinang menuju pulau penyengat dengan waktu tempuh 20an menit menggunakan “pompong”.  Untuk menjelajahi  pulau penyengat silahkan klik tulisan berwarna kuning.



                    Selain kepercayaan bahwa meminum air dari sumur alami di bawah kantor balai adat bisa menjadi perantara terkabulnya doa kepada Sang Maha Pengabul Doa, jamak masyarakatpun sudah mengetahui kepercayaan bahwa mengunjungi pulau penyengat “bersama pacar” bisa menyebabkan hubungan pacaran berantakan alias “PUTUS”. Beragam cerita dengan beraneka versi menambahi bumbu sedap menghiasi piring cerita ini, tentang kisah cinta Si Anu dan Si Ana, tengtang Si Itu dan Si Ini yang mendadak putus setelah mereka berdua melenggang meninggalkan pulau penyengat.


                Terlepas ini mitos atau fakta kita mencoba melihat sisi positifnya saja. “Masyarakat pulau penyengat yang mayoritas Muslim ‘sepertinya’ tidak ingin aktivitas pacaran terjadi di kawasan mereka. Kisah putusnya asmara antara Si Anu dan Si Ana setelah berkunjung ke Pulau Penyengat  menjadi strategi self defens dengan menghembuskan warta bahwa membawa pacar ke Pulau Penyengat bisa menyebabkan pacaran menjadi bubaran”. Ini pandangan saya tentang kepercayaan tadi. Jika ditulis dengan bahasa hukum akan berbunyi “dilarang pacaran di Pulau Penyengat”. Namun karena mayoritas masyarakat Melayu mencintai kalimat sastra santun dalam rangkaian indah pantun, puisi, dan gurindam  maka kalimat yang keluar adalah “kalau ingin pacarannya langgeng, jangan membawa pacar ke pulau penyengat”, atau "Supaya cinta kamu abadi, jangan pacaran di Pulau Penyengat". Untungnya masyarakat pulau yang ramah-ramah tidak sampai membuat peristilahan “pacaran di Pulau Penyengat dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin, kadas, kurap, kudisan, dll”. Pungut hikmahnya, tendang  yang mendua. Eeehh.