Showing posts with label APA SAJA. Show all posts
Showing posts with label APA SAJA. Show all posts

Saturday, January 27, 2018

Dilan Versi Syar'i : Kumpulan Kata-kata Dilan Setelah Berhijrah

Kata-kata Dilan Setelah berhijrah.


Publik Indonesia mendadak dangdut, eh maksudnya mendadak men-Dilan. Iya, masyarakat dibuat gandrung pada sosok Dilan, pemeran utama dalam film Dilan. Sebenarnya film itu diambil dari novel berjudul Dilan, karya penulis koplak  Pidi Baiq yang berhasil membuat perut pembacanya mulas gara-gara ketawa, bahkan berurai airmata gara-gara diaduk-aduk perasaannya.

Buku yang sejatinya sudah terbit di tahun 2014 itu berhasil menembus pasar best seller. luuuuar binasaa. Novel yang sejatinya untuk pasar remaja, ternyata disenangi juga oleh dewasa dan orang tua, lalu dijadikan ajang bernostalGILA . Eleuuuh eleeeuhh. Memang layak diapresiasi, Pidi Baiq sukses mengemas kalimat-kalimat romantis dalam balutan cerita yang mahal, tidak murahan. Kalau gak percaya, baca aja bukunya.

BACA : Segera Kenalkan ‘Si Cinta’ pada orang tua

Trilogi novel Pidi Baiq itu berakhir menjengkelkan, sama sekali tidak happy ending. Pasangan seideal mereka, Dilan dan Milea, dipisahkan oleh pengarangnya sendiri. kampreeet."Tahukah kamu wahai Kang Pidi, banyak yang geregetan dengan ulahmu.

Milea setelah tidak lagi pacaran dengan Dilan, ternyata masih menyimpan cinta pada Dilan. Demikian pula Dilan, masih sangat mencintai Milea. Dan itu sama-sama mereka ketahui setelah mereka berpacaran dengan orang lain. Sudah putus dari pacaran, malah berganti pacar.

BACA: Tips Backpacker di Bali Dengan Biaya Murah Semurah-murahnya

Padahal saya membayangkan bahwa setelah mereka putus, Dilan memutuskan untuk taubat dari masalalunya, berhijrah mencari ketenangan hidup dengan cara mondok di salah satu pesantren di daerah Ciheras. lalu, setelah beberapa tahun mondok di pesantren, dia jatuh cinta pada wanita, sebut saja Mila, santriwati di pondok yang sama. Dilan pun memutuskan bertaaruf dengannya, lalu meminangnya, dan menikah. Dalam pernikahannya dengan Mila, dia punya anak tiga, yaitu Nia, Nay, dan Inaya.

Dalam masa taaruf , Dilan tetaplah Dilan, yang berkeahlian menyusun kata-kata manis romantis, manis, semanisTerang Bulan Tabarrok. Begitu pula ketika sudah menikah, Dilan semakin membuat Mila berkali-kali jatuh cinta padanya. Berikut ini beberapa kata-kata unik Dilan yang dikumpulkan dalam dua sesi kisahnya asmaranya bersama Mila, yaitu sesi saat  dalam masa-masa ta'aruf, dan sesi kedua saat dia menikah. Kata-kata yang sebenarnya diaransemen ulang saja dari 3 novel pendahulunya.

Masa-masa Ta'aruf

1. Kamu jangan rindu, ya. Rindu itu berat. Biar aku  langsung melamarmu ke orang tuamu saja.
2. Kamu tau nggk ? Tujuan ta'aruf itu untuk putus. Bisa putus karena berpisah. Bisa juga putus karena menikah.
3. Kalau kamu bohong, itu hak kamu. Asal jangan aku yang bohong ke kamu.
4. Jangan maksiat, siksanya berat. Kita nggak bakal kuat. Langsung menikah saja
5. Kalau kamu mau tidur, jangan ingat-ingat aku, ya !. Cukup ingat aku dalam doa-doamu.
6.  Mila, kamu cantik. Tapi aku nggak mau pacaran denganmu. Aku mau langsung menikahmu.

7. Mila, jangan bilang ke aku kalau ada yang menyakitimu. Nanti besoknya, orang itu  dapat panggilan dari pengadilan.
8. Matahari diciptakan untuk menerangi siangmu, aku untuk mencintaimu.
9. PR-ku adalah mendoakanmu. Lebih tinggi dari sang surya, lebih dalam dari samudera, dan lebih luas dari antariksa.
10. Itu hari Selasa, ketika aku mendapat surat dari Dilan. Entah bagaimana, dia bisa menitipkan suratnya ke Rani. Isi suratnya pendek, "PENGUMUMAN: SEJAK SORE KEMAREN, AKU SUDAH MELAMARMU DENGAN IZIN ORANG TUAMU. - Mila -

BACA: Pesona Keindahan Pantai Payangan





Rumah impian Dilan dan Melia


Masa-masa Menikah

1. Kalau hujan makin lebat, aku nggak akan ngasihin jaketku ke kamu. Nanti kalau aku sakit, siapa yang bakal ngejagain kamu ?
2. Aku lagi sibuk. Sibuk rindu kamu.
3. Wanita nggak harus bisa masak. Tujuan menikah adalah untuk membangun rumah tangga, bukan membangun rumah makan.
4.  Kalau menikahimu adalah salah, ya sudah. biar. biar aku salah terus saja.
5.  Aku nggak pandai cemburu. Malahan, kalau kamu ninggalin aku, aku gak bisa apa-apa. Bisaku cuma mencintaimu.
6. Apa yang dia lakukan benar-benar istimewa, tidak biasa, sesuatu yang tidak pernah terfikir oleh orang lain. Sesuatu yang selalu berhasil membuat aku merasa sangat dicintai, merasa sangat dihargai dengan cara sangat istimewa., dan dengan cara yang tidak biasa. -Mila-
7. Hidup ini terlalu singkat, jangan bersedih. Kita dilahirkan dari orang tua yang bersenang-senang.
9. Dilan, aku rindu. kamu dimana? aku rindu. sini!!. -Mila-
10. Cinta itu kayak kamu: lembut, solihah, menghangatkan, dan aku selalu rindu.
11. Aku cinta kamu. Dan selalu. Kamu tau itu.

Makanya perlu dipikirkan dan dipertimbangkan untuk menulis novel "Dilan Reborn: Hijrah Si Dilan". Apalagi sekarang ini ,  masyarakat lagi euforia sama istilah-istilah berbau syariah.

BACA: Daftar Penginapan Gratis di Bali dan Penginapan Murah di Bali




Polisi Lumajang Gali Kuburan, eh Ternyata Isinya Bangkai Ayam

Penemuan Mayat Bayi di Lumajang ? . Gambar ilustrasi saja, source : http://surabaya.tribunnews.com

Kejadian unik ini benar-benar terjadi di kota pisang, Lumajang. Sebagaimana dikabarkan oleh Jawa Pos Radar Semeru, tertanggal 26 Januari 2018, kisah ini berawal dari Samsul, warga Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung yang nyakar di kuburan desa setempat. Tidak ada yang aneh ketika pertama kali dia menginjakkan kaki di area kuburan, pun ketika dia sudah memulai prosesi doanya.

Suasana berubah ketika semilir angin yang menggoyang dedaunan mengencangkan tiupannya. Hidung indah Samsul menangkap aroma tidak sedap, aroma bangkai. Bau yang dia cium semakin menguat manakala angin semakin kencang. Dia semakin yakin kalau yang dia cium adalah bau bangkai.

BACA : Di Sini Tempat Ngumpul PSK Murah di Jember 

Penasaran dengan sumber bau, mata Samsul menyapu area sekitarnya. Terlihat beberapa meter darinya sebuah buntelan kresek plastik berwarna hitam. Merasa penasaran dengan isi dalam plastik, Samsul memberanikan diri untuk mendekati dan membukanya. Kaget tidak kepalang, matanya melihat jelas bahwa isi plastik tersebut adalah sebuah benda yang dibungkus dengan kain kafan.

Tanpa ragu-ragu dan menunda lebih lama, Samsul yang dag dig dug tidak karuan segera meninggalkan bungkusan itu. Dia berasumsi bahwa bungkusan misterius itu berisi mayat bayi. Dengan langkah cepat dan perasaan teraduk-aduk, dia keluar dari kuburan dan mengabarkan penemuannya kepada warga sekitar.

BACA : Air Terjun Tumpak Sewu: Serpihan Surga Itu Memang Ada

Sontak, berita penemuan mayat itu segera tersebar ke telinga warga, Tanpa dikomando, merekapun serempak mendatangi kuburan dan melihat secara langsung isi plastik. Mengetahui ada benda terbungkus kain kafan, warga semakin yakin bahwa benda misterius itu adalah mayat bayi yang sengaja dibuang oleh setan manusia yang tidak mengenal istilah dosa dan tanggungjawab. Tanpa ba bi bu, benda itu segera dikuburkan oleh warga di pemakaman setempat.

BACA : Dilan, Kumpulan Kata-kata Dilan Setelah Berhijrah
 
Suwono, kepala desa Banyuputih Lor mengatakan bahwa warganya mengira itu adalah mayat bayi.  Dia mengaku sebelumnya sudah melarang warga mengubur bungkusan karena sudah menghubungi pihak kepolisian untuk memeriksa langsung benda tersebut.

Sesaat kemudia polisi yang gagah-gagah mendatangi lokasi kejadian. Warga menemani para penegak hukum ini menuju lokasi. Dengan sigap polisi memasang police line, garis polisi berwarna kuning, dan kemudian membongkar kuburan yang baru dibuat tersebut.

BACA: Kos-kosan Bebas di Jember

Kresek hitam berhasil diangkat,  diamankan pak polisi, dan membawanya ke RSD dr Haryoto untuk diperiksa lebih lanjut. Wajah-wajah semakin tegang, urat-urat mengencang, dan jantung semakin berdebar-debar menunggu hasil pemeriksaan.

Setelah kain kafan pembungkus dibuka, leher-leher pada bergoyang , dan kepala bergeleng-geleng. pasalnya, benda sialan yang dibungkus kain kafan, dan sukses menggegerkan warga, ternyata adalah bangkai ayam.

"Kami pastikan itu hanyalah bangkai ayam", kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Roy Aquari Prawirosastro.

Tentu saja orang-orang dibuat gemas, jengkel, dan tertawa. Duuhhh, gek yo sopo seng mbungkus batang pitik karo kain mori ?? Gek yo digae opo ?

BACA :
Ironi Waria di Stasiun Jember
Ini Penginapan Gratis di Bali 

Monday, January 15, 2018

Pertemuan Pertama (Itu)



Apa kamu tahu yang kurasakan diawal pertama aku melihatmu ? Bukan hanya berdebar-debar atau berdegup kencang. Jantungku hampir lepas dari letaknya semula. Arteri dan nadi diserang bandang darah yang semakin deras memancar. Energinya menerjang:  mata terus membelalak, mulut  tak mau mengatup, juga tangan  tak bisa dicegah untuk bergerak, ingin menggapaimu. Namun sayangnya kamu jauh di seberang tempat dudukku.Gelas es teh lah yang kurengkuh: untuk menutup inginku.

Aku sudah mendengar sedikit-banyak tentangmu, dari suara lembut adik perempuanku tiap kali menelepon. Iya, tentang kamu yang mengantarkannya ke bengkel untuk servis motor, tentang kamu yang meminjaminya duit tapi tidak mau diganti, tentang kamu yang mengajarinya grammar and structure, tentang kamu yang sederhana, tentang kamu yang menyukai warna merah, tentang kamu yang nggak bisa masak, bahkan tentang kamu yang ngorok kalau tidur. Seakan-akan tidak ada topik lain dengannya selain membahas kamu. Dan setiap kali itu pula mulutku hanya tertutup, mataku terpejam, anganku melambung menghayalkan sosok peri cantik yang menari-nari di atas telaga nirwana. Tapi bukan Mimi Peri, tentunya !

Sejak cerita-cerita panjang itu aku jatuh cinta pada bayanganmu.Kamu tahu, untuk bertemu denganmu kali ini aku harus fitness 2 bulan untuk menurunkan 5kg berat badan.Untuk menemuimu aku harus bolos sekolah dan pasti nanti sepulangnya 10 cambukan rotan akan mendarat di paha kiri dan kanan, setidaknya 20 kali akan berlari keliling balai pertemuan, dan hukuman kerja beberapa hari lamanya. Namun tidak apa-apa, semua itu harga yang cocok untuk bertemu salah seorang putri bapakmu yang cantiknya keterlaluan.

Untung kamu lahir di 1994, remaja di 2008, dan dewasa di 2015. Kalau masa pertumbuhanmu di masa kerajaan Siliwangi ataupun Mataram, Sudah barang tentu kamu akan membuat dua kerajaan atau bahkan lebih berperang memperebutkanmu. Untung Soekarno tidak pernah bertemu denganmu, entah dengan alasan apa tentu dia ingin memperselirmu. huuuuffft. .

Dan di pertemuan pertama itu aku tahu, kamu bukan perempuan yang mudah untuk ditaklukkan. Beruntung kalau aku hanya melawan rahwana, atau sekalian saja rahwana bergabung dengan pandawa jadi satu melawanku. tak masalah. Yang aku takutkan hanyalah melawanmu. Yang aku takutkan adalah melawan penolakanmu. Tiada daya dan upaya  untuk membuatmu cinta padaku !

Thursday, September 28, 2017

Terapi Bekam dan Terapi Pijat di Area Jember, Omah Terapi Bekam dan Pijat Mugi Waras



Terapi bekam yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan Cupping Teraphy dan dalam bahasa Arabnya disebut Al Hijamah merupakan cara pengobatan tradisional yang sudah dilakukan selama beratus-ratus tahun. Metodenya tetap sama: yaitu dengan menarik daging dan mengumpulkan darah dengan menggunakan gelas bekam. Yang berbeda hanya peralatan yang digunakan (tentunya dengan perkembangan yang semakin memudahkan).

Omah terapi bekam dan pijat Mugi Waras menyediakan jasa bekam bagi yang menginginkan. Bisa langsung datang ke alamat praktik di Jl. Bengawan Solo 2 Nomor 76 Jember (disarankan untuk menghubungi terlebih dulu), ataupun dengan memanggil ke alamat pasien. Sesuai dengan namanya, selain melayani terapi bekam, juga menyediakan jasa terapi pijat bagi yang membutuhkan.

Untuk informasi bisa menghubungi nomor 085649214893

Bekam: Mugi-mugi Waras
Baca Juga:


Thursday, September 21, 2017

Waspadalah Dalam Bus Ekonomi Rute Jember-Surabaya dan Sebaliknya




Bus Ekonomi Malam
                Kisah tentang pencurian dengan modus pencopetan, penodongan dan juga hipnotis di dalam bus ekonomi malam rute Surabaya-Jember atau sebaliknya  kerap terdengar. Bukan cuma saat malam,  juga siang. Namun demikian, bus ekonomi tetap menjadi pilihan. Padahal tarif antara bus patas (cepat dan terbatas) dan bus ekonomi tidak begitu jauh berbeda. Enam puluh ribu rupiah dengan bus patas, dan empat puluh ribu rupiah dengan bus ekonomi. Saya sendiri termasuk penumpang yang senang bepergian dengan bus ekonomi. Selain lebih murah beberapa rupiah, hadirnya pengamen yang silih berganti juga membuat perjalanan semakin meriah. Pandangan ini setidaknya berlaku sampai malam itu.

 Pengamen dalam bus ekonomi

                Sekitar pukul 23.00 WIB dengan tenangnya saya lambaikan tangan memberhentikan salah satu bus ekonomi yang dengan santunnya memperlambat laju dan kemudian berhenti tepat di depan saya. Bus ekonomi jurusan Surabaya via kecamatan Tanggul. Kursi urutan ke tiga dari depan saya pilih. Tentu karena kursi barisan tersebut masih kosong. Juga sesekali kaca bus menjadi sandaran sisi kiri kepala kalau mengantuk.  beberapa botol minuman dan makanan ringan sudah terbeli di minimarket sebelah timur terminal Tawang Alun sekaligus tempat memberhentikan bus tadi.
                Bus ekonomi yang melaju malam tidak boleh diremehkan. Meskipun tidak dilabeli tulisan “bus malam cepat”, namun mereka tidak melaju dengan lambat. Bahkan tidak jarang mereka menyalip bus dengan tulisan “PATAS”. Sampai di pertigaan lampu merah Lumajang suasana bus masih aman terkendali. Bus dengan taat menanti lampu warna merah bergesar ke warna hijau dan kemudian berbelok ke kanan, masuk jalan raya Kedungjajang menuju probolinggo. Mata mulai mengantuk. Tas gendong yang sedari tadi digendongkan di depan kembali saya rapikan. Tak bisa ditolerir lagi, mata terpejam dalam laju bus yang makin kencang.

Jalanan Kraksaan
                Siapapun yang melewati jalan di kawasan  Kraksaan akan mengeluh. Bagaimana tidak, jalan utama seperti itu dibiarkan bertahun-tahun bergelombang tidak rata. Sudah banyak yang terpelanting karena tak kuasa mengendalikan sepeda motor yang oleng. Sudah banyak kendaraan bertabrakan lantaran menghindari lubang jalan ataupun gundukan aspal . Bus ekonomi tua yang saya naiki inipun terhuyung ke kanan dan ke kiri. Mata yang tadinya tertutup, seketika terbuka gara-gara kepala membentur kaca. 
               Seseorang berperawakan gemuk dengan tinggi sekitar 155cm sudah duduk di sebelah kanan saya, memakai topi dan dengan rokok di tangan. Setelah tersenyumj sebentar, saya arahkan pandangan ke depan, samping, dan belakang. Beberapa baris kursi bus masih terlihat kosong. Hati sudah mulai was-was. Logikanya: "penumpang yang belum saling kenal akan memilih kursi kosong untuk didudukinya".  Iya, bukan?
                Seketika ekor mata saya mengarah ke kiri, ke kaca bus . Suasana gelap di luar menyulap kaca bening bus menjadi cermin hitam.  Ada gelagat mencurigakan terekam. Terlihat laki-laki lain duduk di kursi seberang tengah melirik kearah saya. Juga lelaki kurus di belakangnya yang terlihat sigap mengawasi keadaan sekelilingnya. Oooooh, saya mulai bersigap waspada.

                Beberapa menit kemudian lelaki gemuk di samping saya berpindah ke depan, menyeberang. Posisinya kini dua kursi di belakang sopir, sambil sesekali terlihat menikmati rokoknya. Hati mulai sedikit tenang dan kantuk kembali datang. Tertidur (lagi).

Ke Mana Dompet Saya ?
                Benturan dengan badan bus  kembali membangunkan. Nampaknya demikian pula kehidupan: "manusia terkadang memerlukan benturan untuk membuatnya tersadar". Resliting tas kembali saya periksa, dan: AMAN. Masih terlihat tertutup seperti sedia kala. Namun ekspresi saya berbeda ketika ternyata dompet tempat pensil, pena dan perlengkapan tulis sudah terkapar seksi di samping kanan saya. Waduh !.
                Dengan tergesa resliting tas saya buka. Tangan kanan masuk dan merogoh dasar tas dengan paksa, menerobos lipatan baju dan beberapa buku bacaan yang menjadi teman dalam perjalanan. Pikiran saya cuma satu: “dompet. Mana dompet ku”. Seperti petugas merazia, semua sisi dalam tas sudah saya raba. Dan: tidak ada.
                Mata saya mengarah lagi pada Si Gemuk dan tiga orang di belakang. Si Gemuk terlihat santai, namun dua orang kurus di belakang tampak mengawasi. Kami beradu pandang. Dengan lekat mata kami bertatap sampai akhirnya mereka membuang muka ke jendela. Saya masih bingung dengan apa yang harus saya lakukan. "Memeriksa mereka bertiga"  juga bukan tindakan bijaksana. Apalagi dasar yang dipakai hanya rasa curiga.

                 Masih tenggelam dalam kebingungan. Bus berhenti di jalan gelap. Kanan-kiri hutan, tidak ada penerangan.Si Gendut turun dari depan sambil menyapa kernet dab sopir. Saya perhatikan dia sambil berbisik, semoga bukan dia orangnya. Lalu bus melaju lagi. Mata kembali saya sapukan ke jendela, ke arah dua kursi di belakang. Dua manusia yang tadi saya perhatikan ternyata menghilang. Masih tidak percaya, secara otomatis kepala memutar ke arah kanan, dan benar saja, mereka bertiga turun secara bersamaan dengan membawa dompet berisi SIM A & C, KTP, Kartu Mahasiswa, STNK, dan beberapa lembar uang.
  Untung saja kartu ATM dan dua lembar tiket kereta api dari Jakarta ke Surabaya yang dua hari lalu saya pesan sudah diamankan di saku celana jeans sisi kiri belakang. Rasa kantuk langsung buyar. Bus perlahan masuk ke terminal probolinggo dengan membawa rasa kesal.

Ujung Pistol
                Masih beruntung saya malam itu jika dibanding nasib sahabat di lain kisah namun masih di  rute jalan yang sama. Sedari naik dia memilih duduk di kursi panjang paling belakang sambil menikmati udara malam. Rasa tenangnya menghilang ketika  lelaki asing yang sudah diajaknya mengobrol lama mendadak menodongkan ujung pistol di perutnya sambil memintanya mengeluarkan semua uang.
           Mentalnya langsung ciut. Tanpa negosiasi, uang yang dia punya diserahkannya semua  bersama handphone yang dia bawa Diapun menjadi korban yang entah ke berapa dalam bus ekonomi.
Dua cerita ini  sebetulnya tidak cukup untuk mewakili jumlah kejahatan dalam bus ekonomi yang buuuanyak terjadi. Tidak hanya pencopetan dan penodongan saja yang keram terjadi di dalam bus ekonomi rute Jember-Surabaya dan sebaliknya, namun penipuan dengan modus menjual jam tangan dan juga pelecehan seksual sering terjadi. 

Bagaimana Tanggungjawab Sopir dan Kernet Bus?
            Agak sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Khabarnya, mereka juga berada dalam penekanan komplotan penjahat bus. Ada semacam perjanjian tidak tertulis yang isinya "apabila sopir atau kernet  menolong korban, maka  keselamatan jiwa mereka berduapun akan  terancam". Belum lagi resiko dilemparinya bus dan juga bus-bus yang seperusahaan ketika melintas di rute tersebut. Padahal rute ini yang mereka lalui saban hari.

           Yang bisa dilakukan oleh sopir dan kernet hanyalah memperingatkan para penumpang supaya berhati-hati dalam menjaga barang bawaan mereka. Juga  di dalam bus ekonomi biasanya ada tulisan bahwa perusahaan bus tidak bertanggung jawab atas segala macam kehilangan.
                     Mengingat kejadian  malam itu, saya pergi dengan memakai celana sobek-sobek seperti preman, dan memakai jaket kulit usang  seperti komplotan, namun tetap saja saya kecopetan. Berarti pencopet tidak peduli status korbannya. Yang jelas, siapapun yang tidur di bus akan menjadi mangsanya.

Apa Yang Seharusnya Dilakukan Saksi dan Korban
 Maraknya kasus pencopetan, penjambretan, penodongan, perampokan, hipnotis, kekerasan seksual, dan juga pelecehan seksual di dalam bus ataupun di mana saja haruslah disikapi dengan serius. Perbuatan-perbuatan tersebut adalah kejahatan yang diancam dengan hukuman pidana, maka harus diselesaikan secara hukum, supaya segera diatasi, supaya tidak terjadi lagi. Meskipun ada pepatah yang mengatakan bahwa "diam adalah emas", akan tetapi dalam kasus kejahatan diam belum tentu emas. Diam bisa berarti menyetujui kasus kejahatan yang sama terjadi lagi, atau bahkan jauh lebih parah dari kejahatan yang pertama.  Kejahatan ibarat bakteri berbahaya yang apabila tidak dimusnahkan akan menyebar dan menyerang organ tubuh yang lainnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh saksi dan korban  adalah melaporkan kejahatan  yang terjadi kepada pihak kepolisian di wilayah hukum tempat terjadinya perkara. Saksi dan korban perlu mengamankan dirinya dari ancaman dan intimidasi dari pelaku atau siapapun yang merasa dirugikan dengan adanya pelaporan tersebut. Kantor polisi adalha tempat yang aman untuk perlindungan sementara.
Setelah laporan diterima yang ditandai dengan adanya keterangan resmi dari kepolisian yang menyebutkan kedudukannya sebagai saksi atau korban, maka langkah selanjutnya supaya tetap merasa aman dalam proteksi dan penjagaan , korban dan saksi hendaknya melaporkan kepada LPSK. LPSK adalah lembaga negara yang berfungsi untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada para saksi dan korban, terutama ketika memberikan keterangan pada suatu proses peradilan  pidana.

Tidak hanya korban dan saksi tindak kriminal dalam bus saja yang berhak mendapatkan perlindungan dari LPSK, namun juga korban dan saksi  tindak pidana pelanggaran HAM, narkotika, perdagangan orang, pelanggaran HAM besar, dan tindak pidana lain yang membahayakan jiwa. Permohonan kepada LPSK disampaikan secara tertulis yang berisi identitas pemohon, bukti dan keterangan mengenai ancaman yang didapatkan oleh saksi dan korban, dan kronologi kasus yang dialami oleh saksi dan korban. Surat permohonan tersebut dilampiri dengan fotocopy KTP, fotocopy surat panggilan sebagai saksi, surat tanda terima laporan di kepolisian/ KPK/ kejaksaan, surat keterangan sebagai korban HAM berat dari aparat hukum, dan bukti ancaman yang diterima oleh saksi dan korban serta informasi terkait yang dimilikinya.
            Surat permohonan tersebut bisa langsung diantarkan ke kantor LPSK , bisa juga melalui surat, email, dan fax. Sudah bukan zamannya lagi warga negara diam, antipati, dan tidak peduli pada kejahatan yang terjadi di sekitarnya, dan bukan zamannya lagi warga bermain hakim sendiri dalam menindak suatu kejahatan. Diam "belum tentu" emas, dan membereskan kejahatan tidaklah dengan melakukan kejahatan lain.


baca juga:
               

Thursday, September 14, 2017

Balancing System dalam Aktivitas Merokok dan Mengopi



rokok dan kopi adalah pasangan serasi. sumber: www.laweekly.com



“Merokok dapat melemahkan kerja paru-paru, namun menguatkan kerja jantung. Minum kopi dapat melemahkan kerja jantung, namun menguatkan kerja paru-paru”. Kira-kira demikian kesimpulan dari beberapa artikel pendek tentang kesehatan. Itulah mengapa 90% perokok adalah penikmat kopi. Disadari oleh mereka ataupun tidak, aktivitas merokok dan mengopi merupakan aktivitas yang balance alias seimbang, dan juga menyeimbangkan kinereja badan. Rokok dan kopi adalah pasangan kawin yang paling serasi.

Tuesday, June 20, 2017

Tentang Maman Imanul Haq dan 'klaim’ bahwa semua agama Sama



                Mengikuti pergerakan dunia maya tidak akan pernah ada berhentinya. Dari isu satu berganti ke isu yang lainnya. Dari berita yang satu beralih lagi ke berita yang lainnya. Tidak sedikit dari isu dan berita itu menjadi viral dan terkenal. Tidak selalu lewat media massa nasional, sering juga melalui media sosial. Kali ini Kyai Maman Imanul Haq, pengasuh Ponpes Al Mizan Majalengka yang menjadi sasaran ‘penggorengan’. Kata-katanya dalam acara Kick Andi pada 16 Juni 2017 lalu, ‘disunat’ dan menjadi bahan perdebatan. Dalam kesempatan tersebut beliau memberi pernyataan:
                “Agama itu akan dilihat dari apa yang kita kerjakan. Jangan lihat apa agamamu, tapi lihat apa yang temanmu kerjakan pada kita. Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas, apapun agamanya, dia pasti mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dari kutipan kalimat tersebut yang paling disoroti adalah kalimat terakhir, “Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas apapun agamanya, dia pasti mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Kalimat ini dianggap setara dengan ungkapan bahwa  “semua agama adalah sama”. Bahkan sebuah akun facebook memberi judul dengan huruf besar “MENYAMAKAN SEMUA AGAMA SAMA DI SISI TUHAN, KH MAMAN IMANULHAQ FAQIH DIANJURKAN PINDAH KE AGAMA BUDDHA” disertai dengan cuplikan video dan dalil-dalil untuk memperkuat argumennya. Hingga tulisan ini saya buat postingan tersebut sudah mendapat respon sebanyak 12.961 kali dibagikan dengan komentar-komentar yang beragam. Padahal jika diperhatikan dan dicerna sungguh-sungguh tidak akan ditemukan satupun kalimat yang menyatakan bahwa ‘semua agama sama di sisi Tuhan’. 


Tentang Penafsiran
                                Kyai Maman sangat berhati-hati dalam memilih kata supaya tidak melukai umat agama selain Islam, dan untuk tidak menyakiti saudaranya pemeluk Islam.  Jika kalimat tersebut dipisah menjadi tiga, maka akan tampak jelas bahwa beliau sangat cerdas membangun frasa. Mari diperhatikan kata-demi kata:
1.       Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas. Pada ucapan beliau ini beberapa sikap dan sifat yang diakui oleh semua agama sebagai sikap dan sifat yang baik dikumpulkan untuk mengingatkan kepada seluruh audience tentang sifat yang seharusnya dimiliki oleh semua orang.
 2.       apapun agamanya. Beliau sangat faham bahwa yang mendengarkan dan menyaksikan panggungnya bukan hanya umat Islam, melainkan dari beragam latarbelakang dan status keagamaan, sehingga tidak menyebut secara frontal dengan kalimat “jika agamanya Islam”. Hal ini juga berkaitan dengan kampanye toleransi dan kebhinnekaan yang selama ini beliau kumandangkan.
 3.       dia pasti mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. (mungkin) kalimat ini yang membuat pihak kontra semakin kepanasan. Secara tidak langsung kyai Maman disudutkan dan dianggap salah karena tidak mengucap “orang baik, jujur, soleh, kalau tidak beragama Islam maka mendapat  tempat yang buruk di sisi Allah SAW.”
 Berbeda respon dalam menerima sebuah berita adalah hal yang biasa. Perbedaan anggapan dan penafsiran atas sebuah informasi juga bukan hal yang luar biasa, bahkan diantara para ahli tafsir sering menemui perbedaan penafsiran. Wajarlah kalau publik kekinian juga merespon kalimat Kyai Maman dengan ekspresi berbeda-beda. Apalagi banyak yang sekedar share tanpa membandingkan ‘caption’ yang ditulis penyebar dengan isi pidato yang pembicara sampaikan.
Tentang “Tempat Yang Terbaik” di sisi Allah
                Kalau melihat secara tekstual ayat alquran  akan ditemui bahwa surga menjadi hak paten penganut agama Islam saja. begitupula dengan kitab suci lainnya pasti menyebutkan bahwa umatnyalah yang akan menghuni surga. Dalam ucapannya Kyai Maman tidak menyebut  dengan  “Orang yang jujur, orang yang soleh, orang yang punya solidaritas sosial, punya dedikasi, punya loyalitas apapun agamanya, dia pasti mendapat “Surga Allah SWT”, akan tetapi memilih dengan kalimat “mendapat tempat terbaik di sisi Allah”. Kalimat ini seakan bermakna sangat luas namun ternyata sangat  spesifik. Bermakna luas karena setiap orang seakan bisa membuat penafsiran sesuai dengan background agamanya masing-masing dan tidak memberi penjelasan "terbaik di dunia" atau "terbaik di akhirat". Kalimat tersebut adalah kalimat pesifik karena ternyata beliau membatasinya dengan kata “di sisi Allah SWT”.  
              Pada kalimat "Tempat terbaik di sisi Allah SWT" Kyai Maman menempatkan Allah sebagai subjek yang Melihat sesuatu , lalu mengkaitkan dengan kepasrahannya pada kehendak Allah, pemberian Allah dan penilaian Allah  atas masa depan dunia-akhirat seluruh hambanya. Jika neraka digambarkan dengan kesedihan atau duka, dan surga digambarkan dengan keindahan mempesona, maka manusia tidak pernah bisa memastikan bahwa kesedihan yang Allah berikan pada manusia di dunia adalah sebuah keburukan dan juga tidak pernah akan bisa memastikan bahwa kegembiraan seorang hamba adalah sesuatu yang baik menurut Allah SWT.
                Jika pernyataan beliau tersebut berkenaan dengan tempat terbaik di akherat maka tanpa perlu saya memberikan jawaban, kita semua  sama-sama bisa menjawab terhadap pertanyaan: “apakah tempat yang terbaik menurut Allah SWT bagi orang kafir ?” dan "Kemanakah tempat terbaik di sisi Allah bagi orang kafir untuk kembali ?" lalu "apakah tempat terbaik di sisi Allah bagi orang mu'min ?". Dalam pidato tersebut cara dakwah halus Kyai Maman telah menang beberapa ronde dibandingkan pendakwah yang suka berteriak kafir. Beliau mengajak semua orang dari latar belakang apapun untuk berbuat kebaikan, namun beliau tetap menyampaikan pesan-pesan ketauhidan; mengajak semua orang dari semua latar belakang agama untuk melakukan “amar ma’ruf dan nahi munkar” tanpa menyebutkan bahwa mereka yang tidak beragama Islam adalam orang yang “munkar” ; mengajak semua orang kepada Islam tanpa menyebut mereka yang belum Islam dengan sebutan "kafir" ataupun "inkar". Dengan begitu mereka yang belum diberi hidayah kepada Islam tidak merasa dinomorduakan dan mau menerima ajaran untuk berbuat kebaikan dalam koridor kemanusiaan.

Tentang Ucapan Gus Dur
                Perkataan senada juga pernah mengundang kontra beberapa tahun yang lalu. Dengan santai almarhum Gus Dur bertutur yang kira-kira berbunyi “tidak penting apa agama atau sukumu. Kalau kamu melakukan sesuatu yang baik untuk semua, orang tidak akan bertanya apa agamamu”. Dalam pernyataan ini Gus Dur mengajak semua orang untuk berbuat baik tak peduli apapun agama atau suku yang dianutnya. Ya, memang benar orang lain tidak akan bertanya tentang agama orang lain yang memberi jasa dan kontribusi, meskipun terkadang orang yang baik dan berjasa akan menjadi kebanggaan bagi umat yang seagama dengan dia.
Dalam kalimat tersebut sebetulnya masih ada kalimat lanjutan yang Gus Dur memilih untuk tidak menyebutkannya. Gus Dur sangat paham tentang nilai kebhinnekaan di Indonesia sehingga menahan diri untuk mengucapkan “ orang memang tidak akan bertanya tentang agamamu, tapi Allah SWT akan bertanya loh yaaaa”.
Agama memang menjadi bahasan yang sensitif dalam ruang publik. Setiap orang pasti menganggap bahwa agamanya yang paling baik dan paling benar. Namun kiranya hal ini cukup menjadi konsumsi diri sendiri. meminjam istilah dari Mbah Emha Ainun Najib bahwa agama adalah dapur sebuah restoran, sedangkan akhlaq adalah penyajian makanan di ruang para pengunjung menikmati makanan. Hidangkanlah makanan dengan baik, benar dan penuh keindahan untuk setiap orang tanpa perlu menyebut-nyebut dapur restoran kita kepada mereka. Dakwah itu merangkul, bukan memukul; mengajar, bukan membajak; dengan  kecintaan, bukan dengan kebencian. Wallahu a’lam.
                                 
               



Sunday, December 11, 2016

Nilai-nilai kehidupan Gontori pada pelajaran Mahfudzot kelas 1



         


Kubah lama masjid jami' Gontor
Masjid Gontor dengan Kubah Lama
Setiap kita mempunyai pegangan hidup yang mungkin saja lahir dari hasil penggalian panjang proses perputaran roda waktu, dan roda kehidupan. Di Gontor, para santri diajari dengan nilai-nilai kehidupan melalui kelas formal dan juga kelas informal yang bukan hanya full day school saja melainkan full time school, pendidikan 24 jam non stop. Mari kita intip sejenak beberapa nilai yang diajarkan di kelas awal melalui sebuah mata pelajaran bernama “al-mahfudzot”. Bagi saya sendiri, dan bagi para alumni  di manapun semoga bermanfaat dan bisa  menarik lagi tali kendali kehidupan kedalam genggaman tangannya masing-masing sambil mengingat lagi masa-masa belajar ketika masih unyu , khusu’ belajar di kelas satu, nu’as fil fasl, naum a’lal maktab, thobur fil hammam wa math’am, yu’aqob bil mudabbir, dan lain-lain. Bagi yang bukan alumni Gontor semoga memberikan bahwa Gontor memberikan yang terbaik bagi santri-santrinya, jadi kalau ada anak-anak gontor, alumni Gontor yang mbeling, nableg, atau berbuat hal yang dianggap negatif jangan dijelek-jelekin Gontornya, ya Sob.  Nabda’ bil basmalah .........